• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kuliner Nusantara

Berawal dari Kantin Sekolah, H.E.M.A Resto Kini Punya 6 Gerai

17 November
19:50 2018
3 Votes (5)

KBRN, Bekasi : H.E.M.A Resto tahun ini, genap berusia 18 tahun. Restaurant yang menyajikan hidangan khas Belanda tersebut, saat ini telah berkembang.  H.E.M.A sudah memiliki 6 gerai yang tersebar di Kemang Pratama Bekasi, Ahmad Dahlan Kebayoran Baru, Tebet Indraya Square, Menteng Huis Cikini, Green Terrace Taman Mini, dan Second Label Omah Buntut (managed by HEMA resto) di Mega Bekasi Hypermall.

Sukses dalam bisnis kuliner, namun banyak yang tidak tahu bila H.E.M.A Resto berawal dari kantin sekolah di Perumahan Kemang Pratama Bekasi Jawa Barat. "Dulu saya hanya menempati ruangan kantin sebesar 3X3 meter, untuk berjualan bakso gepeng. Setelah itu lama-lama saya juga berjualan kentang goreng dan sandwich," ujar pemilik H.E.M.A Resto, Ratna Savitri Handayani, Sabtu (17/11/2018) disela-sela perayaan 18 tahun tempat usahanya di Jalan Kemang Pratama Raya Blok MM Nomor 19-20, Rawalumbu, Kota Bekasi.

Lokasi kantin tersebut, sekarang menjadi kantor dari H.E.M.A Resto. Kantin sekolah itu, kemudian dikembangkan menjadi sebuah restaurant yang menyajikan berbagai menu. "Awal mulanya saya suka majang, segala sesuatu yang jadi ciri khas Belanda, seperti kayu bunga tulip, kelompen (sepatu kayu). Restaurant saya sama pengunjung sempat dikira milik orang Belanda, dari situ saya akhirnya menemukan ide untuk terus memakai konsep Belanda di restaurant saya," cerita wanita 53 tahun yang akrab disapa Titik ini.

Saat ini H.E.M.A Resto menjual 25 persen kuliner asal Belanda, sisanya menu western. Untuk menu Indonesia, hanya nasi goreng dan sop buntut. Alasan memilih ciri khas Belanda, karena ada nilai historis dimana ketika itu bangsa Indonesia hidup berdampingan dengan orang Belanda selam 350 tahun.  "Meskipun ketika itu, Belanda sebagai kolonial dalam tanda kutip. Tapi, untuk selera masakan kita punya kesamaan. Masakan Indonesia di Belanda cukup famous, sebaliknya masakan Belanda di Indonesia banyak disukai," ujar wanita asal Yogyakarta tersebut.

Titik tidak mempunyai darah keturunan Belanda. Suaminya, Umar merupakan asal Bukittinggi Sumatera Barat. Dia mempelajari menu kuliner Negeri Kincir Angin, dengan mendatangi Perpusatakaan di Kedubes Belanda.  "Kalau sekarang gampang tinggal buka google. Kalau dulu, saya belajar dari buku resep di perpustakaan Belanda. Saya juga menyempatkan diri ke Belanda, kebetulan ada sepupu disana. Saya mempelajari, apa saja yang menjadi ciri khas Belanda," katanya.

Selain menyajikan berbagai menu Belanda yang sangat disukai di Indonesia, seperti Hutspot, Kroket, Macaroni Schotel, Gehaktball, Poffertjes Pannekoek, Bitter Ballen, dan Huzaren Sla. Di H.E.M.A Resto pengunjung juga bisa mendengarkan musik asal Belanda, sambil menikmati hidangan. "Setiap Sabtu dan Minggu petugas kasir dan pelayan kami juga memakai baju khas Belanda. Dengan nama-nama yang khas Belanda pula. Kalau yang perempuan namanya Joice, Ester, kalau yang laki-laki Jantje, Ruud dan lain-lain," ujar titik.

Meski menjual kuliner Belanda, namun untuk rasa Titik mengaku menyesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Namun, rasa yang disesuaikan tetap mendapatkan apresiasi, bahkan dari orang asal Belanda yang datang ke H.E.M.A Resto. "Alhamdulillah bisnis saya sudah berjalan 18 tahun. Selain sudah punya 6 gerai, saya saat ini banyak memiliki pelanggan setia. Kuncinya, konsistensi, rasa, pelayanan dan kerja keras tentunya," ujar wanita yang juga pernah menjabat sebagai Sekertaris Asosiasi Industri Meubel Indonesia (Asmindo).

Karena sering datang ke Perpusatakaan Kedubes Belanda, Titik kemudian menjalin relasi dengan pihak kedutaan. Bahkan, pihak kedutaan juga memberikan support, dengan memberikan pajangan khas. Kedutaan Belanda juga banyak memberikan banyak informasi seperti, seputar sejarah kelompen, bunga tulip dan lain sebagainya. "Saya sudah beberapa kali kerja sama dengan kedutaan untuk menyediakan makanan. Dari awalnya hanya untuk 20 orang, terakhir mereka memesan untuk 2.000 orang, untuk perayaan Kings Day," katanya.

Selain berencana untuk terus mengembangkan usahanya, Titik mengaku saat ini H.E.M.A Resto juga mengikuti perkembangan zaman. Tempat usahanya bekerja sama dengan perbankan BCA, layanan food startup deliveryseperti Go-food dan lain sebagainya. "Hema itu sebenarnya nama sebuah departement store di Belanda. Namun saya plesetkan dimana kata-kata Hema saya kasih titik-titik. Artinya singkatan Halal Enak Mutu Artistik (H.E.M.A)," tutupnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00