• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kuliner Nusantara

Warung Sate Kambing Bernuansa Mini Museum, Pengunjung Serasa Bernostalgia

17 November
14:29 2018
2 Votes (5)

KBRN, Kendal : Warung Sate Kambing Pak Doel Tjepiring memberikan nuansa berbeda bagi pengunjung yang hadir ke warung tersebut. Selain menyuguhkan nikmatnya Sate Kambing dengan olahan khusus, nuansa tahun 1946 akan mendampingi pengunjung untuk menikmati sajian Sate Kambing.

Sang pemilik warung Aryo Widiyanto dengan sengaja membuat warungnya menjadi mini museum, sementara sejarah yang dipamerkan berkisah tentang Tjepiring pada era Belanda dan Jepang.

Adapun sebagai upaya untuk memberikan nilai sejarah, Aryo Widiyanto tidak banyak merubah bentuk warung peninggalan dari neneknya tersebut. Keseluruhan wujud dari warung tidak mengalami perubahan yang cukup banyak.

“Warung ini memang bermula dari nenek saya dan berdiri sejak tahun 1946, sengaja saya tidak rubah drastis karena saya ingin mempertahankan nilai sejarah dari warung ini. Sebagai penunjang beberapa foto dan koran tempo dulu saya pajang agar nuansa tahun 1946 tetap terasa ketika pengunjung masuk sekaligus bernostalgia,” terang Aryo Widiyanto, Sabtu (17/11/2018).

Sementara terkait sejarah adanya warung Sate Pak Doel, Aryo menjelaskan jika dahulu Kakek dan Neneknya merupkan warga asli Yogyakarta, pindah ke Kendal lantaran kala itu di kejar oleh Jepang. Ketika mulai kehidupan baru di Kendal, akhirnya mulailah berbisnis di bidang kuliner yaitu Sate Kambing yang awalnya hanyalah pikulan.

“Sejarah adanya warung ini dulu Kakek dan Nenek saya sebenarnya asli Yogyakarta, saat itu merka dikejar Jepang dan memutuskan untuk lari ke Kendal. Saat itulah awal bisnis kuliner dimulai dengan membuka Sate Kambing, namun dulu masih berupa pikulan keliling karena semakin lama mengalami perkembangan akhirnya pada tahun 1946 Kakek saya mampu mendirikan warung” Jelas Aryo pemilik warung Generasi ke 3.

Kendati Sate Kambing merupakan Kuliner yang terbilang umum, namun cara sajian dan cita rasa memiliki ciri khas tersendiri. Sate Kambing Pak Doel disajikan dengan cara diletakan di sebuah piring panas kemudian disiramkan dengan kuah yang telah diracik dengan kecap serta rempah.

Salah satu pengunjung asal Pemalang Kholid, mengatakan jika Sate Kambing Pak Doel memiliki cita rasa berbeda dengan yang lain, menurutnya daging kambing yang disajikan dinilai empuk serta aroma rempah ketika disiramkan membuat daging berasa nikmat. Pihaknya sengaja mampir ke warung Sate Pak Doel saat hendak pulang ke Kendal.

“Saya kalau pulang ke Kendal pasti sering menyempatkan datang kesini bersama teman saya atau keluarga, karena selain sate yang disajikan memang rasanya nikmat nuansa di warung ini terasa seperti kita makan diwarung jaman dulu saat era penjajahan,” terang Kholid.

Disisi lain Aryo dengan senang hati akan menjelaskan setiap koleksi yang ia miliki kepada pengunjung yang bertanya, terkait seluruh foto dan surat kabar bersejarah yang berhasil dikumpulkan pihaknya mengaku membutuhkan waktu 5 tahun dan saat ini masih terdapat 1 hiasan bersejarah yang akan dilengkapi yakni Pikulan pertama yang digunakan berdagang.

  • Tentang Penulis

    Adetya krisna Prastyo

    Kontributor RRI Semarang "Loyalitas dan Integritas"

  • Tentang Editor

    Syarif Hasan Salampessy

    Redaktur Puspem LPP RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00