• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Taman Baca Keta, Membangun Mimpi Anak Pulau Terpencil

16 November
10:01 2018
3 Votes (5)

KBRN, Ambon: Keta, sebuah pulau terpencil  di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT)  Provinsi Maluku, selama ini luput dari perhatian berbagai pihak, karena letaknya jauh dari pusat kota, pusat keramaian dan hiruk -pikuk kendaraan.

Di dalam peta pun, pulau ini tidak pernah terlihat.  Namun, semangat warga yang ada, memberikan inspirasi bagi  semua orang di luar sana, untuk ingin datang berbagi ilmunya  di Taman Baca  Keta yang digagas oleh salah satu pemuda pulau setempat

Dia lah Ali Akbar Rumeun,  pria berusia 26 tahun, mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Ambon.

Ali mulai terinspirasi mendirikan Taman Baca Keta, selain memiliki hobi membaca juga  didorong rasa keprihatinan melihat anak-anak sekampungnya dari tingkat SD hingga SMP hampir semua masih buta huruf. Bisa dibilang 75 persen.

Taman Baca ini didirikan tepat 16 Januari 2016,  sempat terseok-seok lantaran terbentur fasilitas dan modal. Hal ini diperparah dengan kondisi geografis menuju Pulau Keta  yang kurang lancar saat musim gelombang serta akses komunikasi  yang tersendat.

Namun diakui Ali, dirinya tetap bertahan dan semangat  untuk bangkit mencerdaskan anak negeri. Melalui  dorongan pemuda di kampung serta perkenalan dengan   teman-teman  di Yayasan Heka Leka, Peduli Pendidikan Anak Maluku yang dipimpim Stanley Ferdinandus, secara perlahan Taman Baca Keta  menjadi perhatian dunia dengan hadirnya beberapa fasilitas belajar seperti kursi serta peralatan menulis yang diberikan Kedutaan Amerika Serikat

"Awal mendirikan Taman Baca Keta,  saya terkendala biaya, fasilitas dan akses mendapatkan bantuan buku  untuk mengisi ruang baca," kisah Ali di Ambon, Jumat  (16/11/2018)

Saat ini, di Taman Baca Keta,  tidak hanya menyediakan buku bacaan. Namun, mereka yang datang bisa menikmati ilmu membaca dan menulis serta karya seni lainnya. Cerita Ali, pernah ada rombongan relawan dari Papua berkunjung ingin melihat langsung Taman Baca Keta.

Begitu juga dengan relawan asal Cirebon yang bersedia meluangkan waktunya berbulan-bulan mengajar Bahasa Inggris  di Taman Baca Keta. Informasi keberadaan  Taman Baca Keta  diketahui para relawan melalui Media Sosial. 

Semangat orang luar Maluku begitu menginspirasi, sehingga Ali berharap dapat memofivasi  generasi muda Maluku agar mampu mengembangkan ide ke hal-hal yang positif di dunia pendidikan

Berjalan hampir satu tahun, Taman Baca Keta mewujudkan mimpi  anak-anak di pulau  yang sepi  perkembangan informasi.  Kini, ratusan anak-anak Pulau Keta hampir semuanya sudah bisa baca tulis. Bagi Ali , kehadiran Taman Baca Keta sangat penting apalagi  di Pulau Keta tidak ada satupun gedung sekolah

"Kami juga kerja sama dengan Klinik Apung Kesehatan  Said Tuhulele, yang sering menyinggahi Pulau Keta. Anak-Anak di sini  diajak ke kapal untuk belajar banyak tentang kesehatan," bebernya

Di akhir cerita singkatnya, Ali menyampaikan rasa syukur dan terima kasih  dengan kepedulian para donatur yang telah peduli dengan keberadaan Taman Baca Keta. Semoga dengan kepedulian  ini akan  mampu mengetuk hati  orang lain untuk menjadi donatur 

"Saya hanya berharap anak-anak Pulau Keta dapat menikmati pendidikan yang layak seperti para saudaranya di wilayah  Nusantara," pungkasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00