• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Sarbumusi Minta Pemerintah Batalkan PP 78 Tahun 2015

10 November
01:57 2018
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) tetap dengan pendirian, meminta kepada Pemerintah untuk menghapus Peraturan Pemerintah (PP) No 78 Tentang Pengupahan.

Hal itu ditegaskan Presiden DPP Sarbumusi, Saiful Bahri Ansori, disela acara Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) Sarbumusi di Surabaya, Jumat (9/11/2018).

"PP 78 soal pengupahan harus dibatalkan, karena merugikan buruh," tegasnya.

Salah satu alasannya adalah, dalam PP No 78/2015 memuat bahwa formula kenaikan upah minimum ditetapkan berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi, hal ini mengakibatkan penetapan upah minimum tidak lagi berdasarkan KHL (Kebutuhan Hidup Layak).

Keberadaan Sarbumusi, tambahnya, bukan hanya sekedar sebagai salah satu serikat pekerja, tetapi berupaya untuk memberikan perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan buruh dan keluarganya. 

"Untuk melindungi dan mengadvokasi buruh dan keluarganya," jelasnya. 

Dia menilai, semakin hari, buruh semakin kurang mendapat tempat. Untuk itu, kedepan, Sarbumusi akan memperkuat advokat buruh, atau pendampingan hukum terhadap persoalan yang dihadapi buruh. 

"Lembaga bantuan hukum perburuhan, yang mendampingi sahabat sahabat buruh yang kena masalah," imbuhnya. 

Dikatakan Saiful Bahri, jika merunut kepada UMK, secara matematis, tidak akan bisa memenuhi kebutuhan lebih dari layak, atau mensejahterakan buruh. Untuk itu, Sarbumusi akan memberikan jalan lain, melalui Koperasi. 

"Kita berupaya buruh dan keluarga buruh itu sejahtera, salah satunya dengan koperasi," paparnya. 

Kini pihaknya akan membentuk koperasi yang didirikan oleh seluruh serikat pekerja di Indonesia. Bahkan juga telah mendapatkan restu dari Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dakiri. 

"Mudah mudahan terlaksana," harapnya. 

Pada Muspimnas ini juga dihadiri oleh Ketua PBNU, KH. Said Agil Siraj. Sarbumusi, sebagai salah satu organisasi buruh yang bernafaskan NU, diharapkan tetap berpegang teguh kepada budaya dan nasionalisme bangsa. 

Dalam Muspimnas ini sekaligus peringatan Harla Sarbumusi ke 63 tahun. Yang mengangkat tema Kebangkitan Sarbumusi Sebagai Rumah Buruh Indonesia.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00