• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

16 Nelayan Aceh Ditahan Otoritas Myanmar

9 November
22:23 2018
0 Votes (0)

KBRN, Banda Aceh : Sebanyak 16 orang nelayan asal Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh dilaporkan terdampar ke wilayah perairan antara perbatasan Thailand dengan Myanmar. 

Kini para nelayan hilang kontak dan tidak bisa dihubungi. Pihak Panglima Laot wilayah Aceh terus mengumpulkan informasi terkait penahanan 16 orang nelayan asal Aceh. 

Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh Melakukan Miftah Cut Adek mengatakan, 16 orang nelayan asal Aceh itu sebelumnya berangkat melaut dari perairan Aceh Timur untuk menangkap ikan. Mereka melaut pada tanggal 31 Oktober dan ditangkap pada 6 November. 

Menurut informasi terkini yang diperoleh pihak Panglima Laot Aceh, ke-16 nelayan tersebut ditahan oleh otoritas Myanmar.

"Pada tanggal 7 November, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, Myanmar menerima informasi tentang adanya penahanan sebuah kapal nelayan berbendera Indonesia oleh angkatan laut Myanmar," katanya, Jumat (9/11/2018). 

Miftach menyebutkan, kini para nelayan itu berada di Kawthaung, Provinsi Tanintharyi, Myanmar bagian selatan (jarak Yangon-Kawthaung sekitar 850KM). 

"Menurut informasi dari KBRI di Yangon, para nelayan ini ditahan terkait permasalahan imigrasi karena telah memasuki wilayah perairan Myanmar tanpa izin," ujarnya. 

Miftah mengungkapkan, para nelayan ini awalnya mencari ikan di wilayah perairan Indonesia. Diduga mengalami kerusakan pada bagian mesin boat sehingga terdampar ke wilayah negara Myanmar. 

Miftah juga menyebutkan, terkait adanya kabar satu nelayan yang meninggal dunia, pihaknya sedang berupaya mengkonfirmasi. 

"Kita masih belum mengetahui informasi tersebut secara pasti, karena hingga saat ini ke-16 nelayan belum bisa dihubungi. Info soal satu ABK meninggal masih simpang siur dan belum dapat dikonfirmasi ke otoritas Myanmar," ungkapnya.

Direncanakan KBRI di Yangon akan menunju ke wilayah Kawthaung, Provinsi Tanintharyi, Myanmar bagian selatan, tempat diamankan para nelayan ini untuk melakukan upaya diplomasi. 

"KBRI di Yangon terus berupaya untuk berkomunikasi dengan Kepala Polair Kawthaung, yang bahwa mereka membenarkan adanya penahanan terhadap nelayan asal Aceh,  namun belum diberikan informasi secara mendetail," ujarnya.

KBRI, kata Miftah, juga telah melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian Laut Myanmar dan Kementerian Luar Negeri Myanmar untuk mendapatkan akses kekonsuleran. Hari ini (9/11) KBRI telah menyampaikan nota verbal ke Kemlu Myanmar.

"Direncanakan besok sore tim dari KBRI akan tiba ke lokasi diamankan nelayan asal Aceh itu," pungkasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00