• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Berita Olahraga

Porprovsu Diundur 2019, Selekda Atlet Terkendala

9 November
18:55 2018
1 Votes (5)

KBRN, Medan: Mundurnya pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Utara tahun 2018 ini, tentu berdampak bagi persiapan atlet yang akan mengikuti Pra Kualifikasi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua.

Mengingat event Porprov merupakan salah satu tahapan seleksi daerah yang nantinya menjadi wakil Sumatera Utara di Prakualifikasi PON yang dilaksanakan 2019 mendatang. Seyogyanya Porprovsu yang menjadi agenda empat tahunan dilaksanakan tahun 2018. Namun, karena terkendala pendanaan KONI, harus diundur pada Juni 2019.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) KONI Sumut, Mesnan mengatakan pihaknya mengaku memang ada kendala dengan mundurnya pelaksanaan Porprovsu tahun ini. Meski secara umum para atlet tetap terus menjalani latihan rutin di masing – masing cabang olahraga. 

"Pra Kualifikasi ini tidak harus menunggu Porprov. Karena Porprov baru akan terselenggara pada tahun Juni 2019. Tapi, atlet tetap latihan terus. Pasti ada pengaruh, tapi lebih kepasa atlet yang motivasinya rendah itu berpengaruh. Tapi atlet yang bermotivasi tinggi pasti akan berlatih keras dan tak akan berpengaruh,” ucap Mesnan, Jumat (9/11) di Kantor KONI Sumut, Jl. Williem Iskandar, Medan. 

Mesnan menambahkan, meski Porprov diundur, namun sejumlah Pengprov cabang olahraga tetap agendakan kejuaraan daerah agar para atlet memiliki jam tanding. Termasuk ajang seleksi yang nantinya akan mengikuti Prakualifikasi PON. “Kan ada beberapa cabor melaksanakan kejurda sebelum prakualifikasi. Itu bagi cabor yang memiliki program bagus pasti ada. Seperti Pencak silat, taekwondo, catur. Mereka sudah punya agenda kejurda tahun ini sekaligus sebagai ajang selekda,” kata Mesnan.

Minimnya anggaran KONI Sumut tahun 2018, juga berpengaruh bagi pembinaan atlet yang masuk dalam Program Sumut Emas (PSE). Mereka dibina sejak tahun 2016 yang diharapkan menjadi andalan Sumut di event nasional seperti PON. Namun, saat ini program pembinaan terasa kurang berjalan efektif, apalagi kaabr beredar sejak awal tahun seluruh atlet binaan PSE tidak lagi menerima uang pembinaan.

“Jadi PSE tetap berjalan, untuk atlet elite Sumut yang diharapkan untuk memperoleh medali di PON. Pembinaan kan melalui masing – masing Pengprov cabang olahraga dan kita lakukan pemantauan. Namanya pembinaan tidak berhenti, karena atlet yang berprestasi sekalipun bila tidak berlatih akan tidak berprestasi. Tidak ada diberhentikan, Hanya KONI tidak memberikan uang bantuan transport dulu," tegas Mesnan.

Ia mengakui yang terpenting saat ini adalah untuk mempersiapkan atlet bukan menunggu Porprovsu digelar. Karena sudah ada cabor yang melakukan kualifikasi Pra PON di Bulan Juli 2019 baik melalui kejurnas ataupun Porwil Sumatera pada September 2019.

Saat ini ada 86 atlet dari 14 cabor yang menjadi binaan PSE dari KONI Sumut. Mereka akan menjadi andalan Sumut untuk dipersiapkan pada ajang Prakualifikasi PON. Namun, program ini tetap menerapkan sistem promosi dan degradasi bagi atlet yang tidak mampu meraih prestasi di event nasional.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00