• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Jatanras Polda Malut Ringkus DPO Kasus Penipuan dan Penggelapan

9 November
18:59 2018
1 Votes (5)

KBRN, Ternate: Tim unit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara (Malut) berhasil meringkus Erna Suryati Taher yang telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 7 November 2018 atas dugaan penipuan dan penggelapan pembelian getah pohon damar. 

“Tim gabungan dari Subdit I dan II Ditreskrimum Polda Malut berhasil menangkap tersangka pada 8 November sekitar pukul 23.00 Wit pada salah satu Kos-kosan yang berada di lingkungan Toloko Kecamatan Kota Ternate Utara, sesuai dengan laporan sejak 31 Juli 2018 oleh korban inisial MCG,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kombes Pol Dian Harianto melalui Kabid Humas AKBP Hendry Badar saat dikonfirmasi Reporter RRI dan sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Jumat (9/11/2018).

Hendri mengemukakan, peristiwa pidana penipuan dan penggelapan yang ditangani ini, terjadi pada April 2018. Dimana tersangka menyampaikan kepada korban yang merupakan warga Kota Surabaya agar menyerahkan uang kepada tersangka agar uang tersebut digunakan untuk membeli getah pohon damar, sebab getah pohon damar di Lelilef, kecamatan Weda Halmahera Tengah dan kabupaten Morotai cukup banyak. 

Bujukan dan rayuan tersangka ini akhirnya membuat korban percaya dan korban menyerahkan uang sebesar Rp 171.500.000 kepada tersangka dengan harapan bisa mendapatkan getah damar yang diinginkan.

“Tapi setelah menerima uang itu, tersangka tidak pernah menyerahkan getah pohon damar kepada korban. Korban merasa dirugikan dan melapor ke kepolisian,” ucapnya.

Hendry juga menegaskan, atas perbuatan yang dilakukan tersebut, tersangka dijerat dengan Pasal 378 dan 372 KUHPidana penipuan dan penggelapan. 

Dengan tertangkapnya satu tersangka ini lanjut Hendry, maka tersisa dua DPO yang masih menjadi incaran Ditreskrimum Polda Malut diantaranya Supriyadi Raden Hasan alias Yadi dan Toni Rahman Izaak alias Toni.

Untuk tersangka Supriyadi Raden Hasan alias Yadi merupakan salah satu karyawan PT. Adira Finance Yang dilaporkan oleh PT. Adira Finance dengan tuduhan penggelapan, karena uang tagihan tersebut tidak disetorkan ke perusahan kurang lebih Rp55 Juta di wilayah Tidore Kepulauan. 

Sementara untuk tersangka Toni Rahman Izaak alias Toni dilaporkan dengan tuduhan penipuan dan penggelapan. Tersangka selaku karyawan toko Riski Mart milik H Mustafa, bertugas melakukan pembayaran tagihan listrik toko. Kemudian, tersangka mengubah atau memalsukan rekening listrik tersebut dengan cara menaikkan tarif menjadi semakin lebih mahal atau tinggi guna meraih keuntungan oleh tersangka. 

“Tersangka mengubah struk pembayaran, tersangka bayar Rp 1 juta tapi tersangka ubah jadi Rp 10 juta kemudian laporannya tersangka bawa Rp 10 juta dan tersangka gelapkan sisanya,” jelas Hendri.

Sebelum diterbitkan sebagai DPO Hendry kembali menegaskan, dua tersangka ini sebelumnya telah dipanggil selama tiga kali oleh penyidik, namun karena tidak menghadiri panggilan dan dicari juga tidak ketemu maka penyidik menetapkan sebagai DPO.

“Sudah dipanggil dan penyidik juga sudah cari tapi tidak ditemukan, makanya mereka ditetapkan DPO,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00