• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Menteri PPPA Kukuhkan 1500 ‘Srikandi Sungai’ di Klaten

9 November
01:02 2018
1 Votes (5)

KBRN, Klaten : Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohanna Susana Yembise, mengukuhkan 1.500 Srikandi Sungai Indonesia berlangsung di tepi sungai, Dukuh Klumutan, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (9/11/2018).

Menteri PPPA,  Yohanna Yembise mengatakan, melalui Srikandi Sungai ini kalangan perempuan bisa lebih memperdulikan lagi kondisi lingkungan terutama aliran sungai di wilayah setempat. 

“Bahwa selama ini masyarakat yang membuang sampah justru kebanyakan dari kalangan ibu-ibu. Bencana alam banjir terjadi di mana-mana. Oleh sebab itu harus ada kepedulian bersama dari masyarakat itu sendiri,” tandasnya. 

Menurut Menteri Yembise, implementasi srikandi sungai dapat dibawa ke tingkat nasional. Artinya peran dari perempuan sangat penting dalam menjaga kelestarian sungai. 

Selain bermanfaat bagi lingkungan, dengan peduli terhadap sungai juga berarti ikut melindungi anak-anak mereka sendiri dari marabahaya,” kata Menteri PPPA.

Lebih lanjut Yohana mengatakan, bantaran sungai bisa dimanfaatkan sebagai taman bermain dan bersantai untuk masyakarat. Namun  kebersihan sungai harus benar-benar dijaga. Jangan sampai justru disalahgunakan yang mengarah pada tindakan kejahatan.

Sementara itu, Ketua Srikandi Sungai Klaten, Sri Susilowati menjelaskan, 1.500 srikandi sungai yang dikukuhkan ini berasal dari Klaten dan sejumlah daerah lain di Jawa Tengah. Namun ia mengaku, jumlah srikandi yang peduli sungai sebetulnya lebih banyak lagi.

Ia menambahkan, tugas dari srikandi sungai tidak hanya perempuan yang bergerak di pinggir sungai, melainkan di daerah aliran sungai. Sehingga dengan adanya pengukuhan ini, diharapkan  bisa menambah motivasi dan semangat baru bagi perempuan agar lebih peduli lagi terhadap sungai masing-masing. (yyw).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00