• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

2020, Dubai Tuan Rumah WCCE Kedua

9 November
00:16 2018
0 Votes (0)

KBRN, Nusa Dua : Sebagai inisiator dan penyelenggara world conference on creative economy (WCCE) atau konferensi ekonomi kreatif pertama tingkat internasional, Indonesia mendapatkan apresiasi dari 36 negara peserta. 

Pada hari terakhir pelaksanaannya, Kamis, 8 November, selain menghasilkan "Bali Agenda" sebagai dokumen yang disepakati bersama, juga turut memutuskan Dubai menjadi tuanrumah WCCE kedua tahun 2020 mendatang. 

Kepala badan ekonomi kreatif (Bekraf) RI, Triawan Munaf mengatakan, tingginya animo negara peserta untuk menjadi tuanrumah WCCE kedua, tidak hanya disampaikan oleh Dubai tapi juga Malaysia misalnya. 

"Menjadikan kita ketika mendapatkan masukan agar WCCE diselenggarakan di negara lain dan kami tidak bisa tolak. Karena, akan ada dimensi-dimensi lain yang mungkin tidak bisa kita rasakan di sini. Misalnya ketika diselenggarakan di Dubai dan Malaysia, itukan menambah dimensi dari berbagai topik yang kita bicarakan akan lebih dalam. Jadi, internasionalisasi konferensi ini kami syukuri,"ujar Triawan Munaf, Kamis (8/11/2018), di Nusa Dua, Bali.

Menurut Triawan, Indonesia sebagai negara inisiator pelaksanaan WCCE, juga turut menetapkan "Inclusively Creative" tetap menjadi tema besar.  

"Tema "Inclusively Creative" jangan diubah. Keinklusifan  kreatif ekonomi ini yang buat mereka tertatik. Sebagai alasan mereka sepenuhnya mengakui kita. Jadi, modalitas kita itu adalah dari tema awal. Tema itu tidak semua orang bisa menemukannya,"tegas Triawan.

Triawan menjelaskan, pihaknya mengharapkan WCCE pertama memberikan kontribusi positif bagi ekonomi kreatif, dengan membahas berbagai isu terkait.

"Kami dapat sambutan dari peserta dan berhasil memberikan kepuasan kepada mereka. Apa yang diinsiasi Bekraf sangat penting dan mudah-mudahan momentum WCCE pertama ini bisa meningktat. Karena, banyak isu-isu yang harus dibicarakan mengingat dunia kreatif sangat ditopang perkembangan teknologi,"paparnya.

Sementara, pada tahun 2020 Dubai juga akan menjadi tuanrumah bagi penyelenggaraan "World Expo".

Direktur jenderal multilateral kementerian luar negeri, Febrian Rudiyard, mengatakan, "World Expo" pada tahun 2020 di Dubai disebut-sebut berpotensi dikunjungi oleh sekitar 25 juta orang, sehingga membuka peluang semakin variatifnya agenda WCCE kedua. 

"Dubai akan menjadi tuanrumah "World Expo 2020", jadi dapat dimaklumi jika mereka mampu melihat peluang ini. Sedangkan, kepentingan kita itu peluang, karena lebih banyak komunitas internasional yang akan hadir dan kita bisa memasarkan ide inklusifitas,"tambah Febrian. 

Disisi lain Febrian Rudiyard menambahkan, membutuhkan waktu untuk lebih memperkenalkan WCCE kedunia luas.

"WCCE itukan baru lahir, diibaratkan seorang bayi. Sehingga, masih perlu di nurture (dipelihara) dan diperkenalkan,"imbuhnya.

Sementara, sebagai tindaklanjut dari pelaksanakan WCCE pertama di Nusa Dua, Bali, 1500 peserta dari 36 negara turut menyetujui pembentukan "Komite Bersama", untuk menyusun agenda ditahun 2019 mendatang. 

Termasuk, dalam menentukan apakah WCCE akan dijadikan sebagai agenda perdua tahunan atau setahun sekali. Meski, Friends of Creative Economy telah ditentukan sebagai forum tahunan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00