• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

7 Hari Operasi Zebra Telabang 2018, Trend Pelanggaran Meningkat 5 %

8 November
19:37 2018
0 Votes (0)

KBRN, Palangka Raya : Selama satu minggu digelarnya Operasi Zebra Telabang 2018, Polda Kalimantan Tengah mencatat kenaikan trend total pelanggaran dari 7 prioritas sasaran sebanyak 5 persen dibandingkan oeprasi zebra tahun 2017. Jika pada satu minggu Operasi Zebra tahun 2017 terjadi 2696 pelanggaran pada tahun 2018 naik menjadi 2832 pelanggaran.

Sementara prioritas sasaran Operasi Zebra ditekankan pada tujuh hal yakni Tidak menggunakan Helm SNI, melawan arus, memakai HP saat berkendaraa, berkednara dalam pengazruh alcohol, Melebihi batas kecepatan, berkendara di bawah umur dan lain sebagainya.

Direktur Lalu Lintas Polda Kalteng, Kombes Pol Arief Syahbudin merinci dari tujuh sasaran yang ada yakni tidak menggunakan helm SNI tercatat kenaikan dari 835 pada tahun 2017 menjadi 1121 pada tahun 2018 atau naik 34 persen.

Sementara melawan arus, dari 231 pelanggaran di tahun 2017 menjadi 720 pada Operasi Zebra tahun 2018 atau meningkat 212 persen. Sementara pelanggaran menggunakan HP saat berkendara operasi zebra pada tahun 2017 tercatat 31 pelanggaran menjadi 43 kasus di tahun 2018 atau meningkat 100 persen.

Sedangkan pada pelanggaran melebihi batas kecepatakan, pada satu minggu operasi Zebra tahun 2017 yakni 2 kasus menjadi 27 pada Operasi Zebra 2018 atau naik 100  persen. Lonjakan juga terjadi pada pelanggaran berkendara di bawah umur yakni 0 pada tahun 2017 menjadi 521  kasus atau naik 1250 persen.

Sementara penurunan terjadi pada tiga sasaran lainnya yakni berkendara di bawah pengaruh alcohol takni 9 pelanggaran pada tahun 2017 menjadi 2 pelanggaran pada tahun 2018 atau turun 78 persen.

“Sementara pada pelanggaran lain lain juga menurun pada operasi Zebra tercatat 1588 pada minggu pertama menjadi 398 kasus pada Operasi Zebra tahun 2018 atau menurun 75,” jelasnya, Kamis (8/11/2018).

Seperti diketahui Operasi Zebra Telabang 2018 dilaksanakan 14 hari mulai 30 Oktober sampai 12 November.

Tujuannya yakni meningkatkan kedispilinan berlalu lintas masyarakat menurunkan angka kecelakaan dan fatalitas korban kecelakaan, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat pada Polri dengan meningkatnya kesadaran tertib berlalu lintas dan menyiapkan masyarakat pada Hari Natal dan Tahun Baru 2019 dimana mobilitas masyarakat meningkat pesat. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00