• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Kominfo: Jejak Penyebar Hoax Sulit Terhapus Dalam Big Data Pemerintah

8 November
19:21 2018
2 Votes (5)

KBRN, Yogyakarta : Pemerintah pusat melalui kementerian terkait, tidak akan main-main untuk memerangi para penyebar hoax lewat media sosial.

Melalui sistem big data yang dimiliki, jejak setiap individu yang gemar menebar keresahan melalui informasi bohong atau hoax, akan sangat mudah terpantau.

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti, menegaskan, rekam jejak digital tidak akan menghapus identitas penyebar hoax, meski informasi bohong di medsos sudah terhapus.

”Jadi rekam jejak digital siapapun tidak akan pernah hilang, misalnya ada anak-anak yang senang menebar hoax atau ujaran kebencian, ini di big data tidak akan terhapus meski infonya di whatts app sudah terhapus,” ungkapnya di Yogyakarta, Kamis (8/11/2018).

Rekam jejak digital ini menurut Niken, juga menjadi salah satu cara untuk melakukan seleksi bagi para pencari kerja, yang mengajukan lamaran kerja ke sebuah lembaga.   

”Kalau kita mencari kerja sebagai PNS atau pegawai swasta, dari berbagai tahapan tes akan dilihat juga rekam jejak digitalnya, kalau rekamnya bagus akan jadi nilai tambah, tetapi jika sebaliknya, maka peluang kerja akan tertutup meski hasil tes lainnya bagus,” lanjut dia.

Niken Widiastuti juga menghimbau kepada generasi millenial, agar menggunakan media sosial secara baik dan bijaksana, baik dalam menyampaikan komentar maupun menyebarkan sebuah informasi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00