• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan Hidup

Akhirnya si Elang Hitam "Lucas" Kembali ke Alam

8 November
15:24 2018
0 Votes (0)

KBRN, Cirebon : Se-ekor satwa langka dilindungi jenis Elang Brontok Fase Hitam (Nisaetus cirrhatus limnaetus) akhirnya bisa kembali ke alam bebas, setelah sekian lama dimiliki dan dipelihara oleh seorang warga di Majalengka.

Dijembatani oleh Komunitas Pemerhati Kelestarian Satwa Rumah Singgah Satwa (RSS) yang merupakan komunitas generasi muda yang konsen terhadap upaya penyelamatan satwa di Kabupaten Majalengka, Elang hitam berusia 5 bulan itu diserahkan oleh pemiliknya dengan suka rela kepada  Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat (BBKSDA Jawa Barat), Bidang KSDA Wilayah III Ciamis, Seksi KSDA Wilayah VI Tasikmalaya, Wilayah kerja Resor KSDA Cirebon.

“Elang ini saya rawat dari mulai telur sampai menetas hingga umur 5 bulan dan saya beri nama “Lucas” seperti nama pemain sepakbola dunia, karena semenjak menetas Elang ini memiliki sifat gesit dan ganas dalam memakan mangsanya. Saya berpikir “Lucas” tidak seharusnya dipelihara seperti ini dan harus kembali ke alam habitatnya dimana saya dulu menemukan telurnya, karena khawatir kalau dilepas begitu saja malah ada yang memburu saya menghubungi komunitas pemerhati satwa di Majalengka” jelas MSP selaku pemilik Elang, Kamis (8/11/2018).

Melalui Call Center BBKSDA Jawa Barat, RSS selaku komunitas penyelamat satwa segera meneruskan laporan dari masyarakat kepada anggota Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar Seksi KSDA Wilayah VI Tasikmalaya untuk segera melaksanakan evakuasi dan penyelamatan satwa tersebut.

“Saya disini hanya sebagai fasilitator yang menjembatani masyarakat yang ingin menyerahkan satwa ke pihak berwenang dalam hal ini BBKSDA Jawa Barat untuk segera diselamatkan dievakuasi agar satwa tersebut dapat hidup layak dihabitatnya dan berkembang biak di alam” tutur Wawan Suhermawan selaku Ketua RSS.

Sementara itu Ade Kurniadi Karim selaku Polisi Kehutanan BBKSDA Jawa Barat juga menyampaikan apresiasi kepada RSS dan warga yang memelihara elang tersebut yang sudah mengedepankan arti penting kelestarian kehidupan satwa di alam bebas.
Disebutkan, setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperdagangkan satwa yang dilindungi oleh Undang-undang sesuai dengan ketentuan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya pada Pasal 21 Ayat 2.

“Kami sangat apresiasi terhadap proses serah terima satwa yang dilindungi ini. kedepannya para generasi muda bisa menjadi pelopor yang peduli terhadap kelestarian keberlangsungan kehidupan satwa di alam karena memelihara satwa liar di rumah itu sangat berbahaya bisa membahayakan karena suatu waktu sifat liarnya akan muncul, dapat menyebarkan penyakit, mengganggu keseimbangan ekosistem dan punahnya satwa liar di alam. Bahkan mengekang kebebasan satwa liar yang seharusnya hidup di alam serta melanggar hukum dan mendapatkan sanksi pidana” tegas Ade Kurniadi.

Proses serah terima Elang tersebut berlangsung dalam suasana sukarela, disaksikan anggota Masyarakat Pecinta Gunung Ciremai sebagai bentuk media sosialisasi dan edukasi secara luas ke kalangan masyarakat agar tidak memelihara/memiliki satwa dilindungi.

Selanjutnya satwa tersebut dititip-rawatkan ke Lembaga Konservasi binaan Balai Besar KSDA Jawa Barat yaitu Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) di Kabupaten Garut untuk dilakukan proses rehabilitasi dan habituasi agar sifat liarnya tumbuh dengan harapan bisa dilepasliarkan ke alam.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00