• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Kakek Anies Baswedan Dapat Gelar Pahlawan Nasional

8 November
14:23 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendampingi pihak keluarganya yang merupakan ahli waris penerima tanda gelar pahlawan Nasional dari pemerintah untuk kakeknya, Alm. Abdurrahman Baswedan. 

Alm. Abdurrahman Baswedan merupakan seorang jurnalis yang menerima gelar pahlawan nasional dari pemerintah, yang langsung diberikan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Kamis (8/11/2018). 

Usai acara, Anies mengatakan, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi pemberian gelar pahlawan nasional untuk almarhum kakeknya. Baginya, kenangan masa kecil yang ia habiskan bersama sang kakek begitu berharga, karena dapat menjadi pelajaran baginya. 

"Kami menyampaikan apresiasi (kepada pemerintah), karena proses yang sudah dimulai sejak tahun 2010 diusulkan, waktu itu dari Yogyakarta, Provinsi DIY karena almarhum menghabiskan akhir hayat di Yogya. Rumah kita bersama. Kenangan saya, setiap hari beliau menulis surat setiap hari. Beliau adalah seorang wartawan. Menulis kolom rutin, dan saya kebagian ngetik kalau beliau mendiktekan. Dan yang unik, setiap kali beliau mengetik surat, diujung surat beliau selalu mengatakan, bahwa surat ini saya diktekan ke cucu saya Anies. Saya sangat bangga sekali." Ujar Anies di Istana Negara.

Ia pun menambahkan, bahwa sang kakek yang seorang jurnalis, kerap menulis berbagai hal, mulai dari urusan politik hingga masalah keumatan.

"Pada masa akhir, apa saja yang muncul di media, beliau tulis. Mulai dari politik domestik sampai soal keumatan. Di masa mudanya, beliau membangun Persatuan Arab Indonesia." tambah Anies.

Pemerintah memberikan 6 tanda gelar pahlawan nasional kepada 6 orang tokoh.    

Enam tokoh tersebut yaitu Abdurrahman Baswedan dari Yogyakarta. Ia merupakan kakek Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Selain itu, Kasman Singodimedjo dari Jawa Tengah, Depati Amir dari Bangka Belitung, KH.Sjam'un dari Banten.

Kemudian Ibu Agung (Hj. Andi Depu) dari Sulawesi Barat dan Pangeran Muhammad Noor dari Kalimantan Selatan.

Ada pula KH Sjam'un (Banten) keturunan KH Wasid yang pernah bergerilya menentang penjajah Belanda tahun 1800-an. Sjam'un mewarisi mandat sebagai sosok yang memperjuangkan kepentingan bangsa.

Selain itu juga ada Andi Depu dari Provinsi Sulawesi Barat, dan Muhammad Nur dari Provinsi Kalimantan Selatan. 

Sebelumnya, Kementerian Sosial telah menyerahkan 16 nama calon pahlawan nasional kepada Jokowi melalui Dewan Gelar. Menurut pihak Kementerian Sosial dalam siaran persnya, proses seleksi terhadap nama-nama pahlawan itu berlangsung sangat ketat. Adapun tokoh-tokoh yang diusulkan berasal dari sejumlah daerah di Indonesia dan mewakili multikulturalisme.

Penetapan tokoh-tokoh yang memperoleh gelar pahlawan ini ditentukan oleh para anggota Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Aturan dewan gelar telah tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2010 tentang Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00