• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum

Kasus Suap Proyek Meikarta, Penyidik KPK Panggil Kasi BPN Bekasi

8 November
11:30 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memanggil Kepala Seksi Penataan Pertanahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi, Zumratul Aini, terkait dugaan suap perizinan pembangunan proyek Meikarta.

Dirinya dipanggil sebagai saksi untuk salah tersangka dalam kasus ini yaitu Billy Sindoro.

"Dipanggil sebagai saksi BS (Billy Sindoro)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (8/11/2018).

Selain itu, hari ini penyidik KPK juga memanggil Kepala Land Aquisition dan Perizinan Edi Dwi Soesianto. Dirinya dijadwalkan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi, Sahat MBJ Najor.

Seperti yang diketahui terkait kasus ini pihak KPK telah menetapkan 9 orang tersangka. KPK menduga tersangka sebagai penerima suap yaitu Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Najor, Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati, dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi.

Tersangka diduga sebagai pemberi suap yaitu Billy Sindoro (Direktur Operasional Lippo Group), Taryadi (konsultan Lippo Group), Fitra Djaja Purnama (konsultan Lippo Group), dan Henry Jasmen (pegawai Lippo Group).

Seperti yang diketahui KPK sebelumnya melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada hari Minggu 14 Oktober 2018 hingga Senin 15 Oktober 2018. Dari OTT tersebut KPK mengamankan 10 orang. Dari 10 orang yang diamankan pihak KPK, KPK menetapkan 9 orang sebagai tersangka.

Dari OTT yang dilakukan KPK, KPK menduga adanya dugaan tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji pada Bupati Bekasi dan beberapa Kepala Dinas yang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi.

Dari OTT tersebut pihak KPK mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang senilai 90.000 Dollar Singapura, uang senilai Rp 513 juta, serta sejumlah 3 unit mobil.

KPK menduga Bupati Bekasi dan Kepala Dinas Pemkab Bekasi menerima suap hadiah atau janji senilai Rp 13 milliar guna memuluskan perizinan proyek pembangunan Meikarta.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00