• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum

Kasus Pasuruan : Penyidik KPK Panggil Setiyono dan 5 Orang Saksi

8 November
11:30 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Hari ini Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan akan melakukan pemeriksaan terhadap Walikota Pasuruan periode 2016-2021  Non aktif  Setiyono tersangka dalam kasus pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkot Pasuruan TA 2018.

Penyidik KPK hari ini menjadwalkan akan melakukan pemeriksaan terhadap Setiyono sebagai tersangka dalam kasus ini.

Selain itu penyidik KPK hari ini juga menjadwalkan akan melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang lainnya yaitu Kholis, H. Prawito, Martin Adi Triono, Rehan selaku pihak (swasta), dan Wongso Kusumo (Direktur CV Sinar Perdana/ Ketua Gapensi Pasuruan).

Kelima saksi tersebut akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Wahyu Tri Hardianto selaku staff Kelurahan Purutrejo.

Seperti yang diketahui terkait kasus ini pihak KPK telah menetapkan 4 orang sebagai tersangka.

Keempat tersangka itu adalah Muhammad Baqir selaku pihak swasta, Setiyono selaku Walikota Pasuruan periode 2016-2021, Dwi Fitri Nurcahyo selaku Plh Kadis PU Kota Pasuruan, dan Wahyu Tri Hardianto selaku staff Kelurahan Purutrejo.

KPK menduga Setiyono menerima hadiah atau janji dari rekanan/mitra Pemkot Pasuruan terkait proyek. Proyek yang dimaksud terkait proyek belanja modal gedung pembangunan Pusat Layanan Usaha Terpadu - Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM), pada dinas Koperasi Usaha Mikro di Pemkot Pasuruan dengan sumber dana APBD TA 2018.

Diduga proyek-proyek di lingkungan Pemkot Pasuruan telah diatur wali kota melalui sejumlah pihak dan orang dekatnya. Ada kesepakatan komitmen fee rata-rata antara 5-7 % untuk proyek bangunan dan pengairan.

Adapun komitmen yang disepakati untuk Walikota dari proyek PLUT-KUMKM ini adalah sebesar 10% dari nilai HPS yaitu sebesar kurang lebih Rp 2,3 milliar, ditambah 1% untuk Pokja.

Dari hal tersebut KPK menduga adanya dugaan tindak tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji dari Walikota Pasuruan terkait pengadaan barang dan jasa lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan yang bersumber dari APBD TA 2018.

KPK menduga Muhamad Baqir sebagai tersangka yang memberikan suap. Sedangkan Setiyono, Dwi Fitri Nurcahyo, dan Wahyu Tri Hardianto diduga sebagai tersangka penerima suap.

Sebagai pihak pemberi disangkakan sebagai pemberi suap, Muhamad Baqir ‎diancam Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001.

Sementara sebagai penerimaa, Setiyono, Dwi Fitri dan Wahyu ‎Tri, disangkakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00