• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Asa Anak Negeri Dibalik Industri Hulu Migas

7 November
18:30 2018
1 Votes (5)

KBRN, Seget : Kegiatan industri minyak dan gas (Migas) dibagian hulu, turut memberikan sumbangsih bagi peningkatan perekonomian warga yang berada di ring 1 untuk penyebutan terhadap lokasi dimana kegiatan Migas dilakukan.

Tidak hanya berbicara masalah perekonomian, melalui kegiatan Hulu Migas tersebut juga bergantung asa 525 anak usia sekolah dasar di 4 kampung Distrik Seget, yang sedang menapaki anak tangga pendidikan dengan semangat yang terus disemai.

Untuk menopang suksesnya pendidikan, PT. Pertamina RU VII Direktorat Pengolahan Pertamina memiliki kepedulian untuk menunjang pendidikan, satu dari beberapa program yang dijalankan yakni memberikan bantuan buku dan perangkat perpustakaan atau taman baca yang dibagikan ke sekolah dengan tujuan agar minat baca ditumbuh kembangkan, sehingga dapat meningkatkan kecerdasan siswa di sekolah.

Adalah Luna Maya Kumune, siswi kelas 3, satu dari 342 siswa, yang sedang bersekolah di SD YPK Elim Seget, mengaku senang dengan bantuan yang diberikan PT. Pertamina RU VII Direktorat Pengolahan Pertamina, selain jumlah buku yang banyak dan beragam, buku-buku 'hadiah' dari Pertamina juga memiliki daya tarik tersendiri, dari sisi halaman sampul dan isi juga menarik karena disertai dengan gambar sehingga membuat Luna Maya Kumune bersama kawan-kawan sebayanya tertarik untuk terus membaca.

"Bagus, sa jadi suka membaca, terima kasih Pertamina" jawab singkat Luna Maya Kumune saat ditanya.

Siti Hafsah Pomana, Guru SD YPK Elim Seget mengaku terbantu dengan adanya bantuan buku dari Pertamina yang diserahkan 29 Oktober 2018 lalu, ini merupakan bantuan yang bermanfaat bagi anak-anak disekolah.

"Kami mendapat bantuan buku-buku dari Pertamina, dulu anak-anak jarang suka membaca, sslain karena memang belum tahu membaca, media bacanya juga tidak punya, makanya bantuan buku-buku ini sangat bermanfaat" kata Siti Hafsah Pomana, saat ditemui Rabu (7/11/2018).

Senada dengan Siti Hafsah Pomana, Guru SD YPK Zaitun Klayas, Philipus Karakaray, juga melihat adanya perubahan cara berpikir anak-anak disekolah, siswa semakin aktif membaca, memanfaatkan buku-buku disekolah, hal ini juga disebabkan karena adanya pencerahan setelah guru mendapatkannya pelatihan program kerjasama antara Unicef dengan Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong sehingga banyak anak sekolah yang semakin pandai membaca didukung pula dengan buku program sosial Pertamina.

"Yang jelas ada perubahan cara belajar disekolah bagi siswa, buku-buku itupun kami tempatkan disudut kelas untuk belajar, sehingga pas jam istirahat mereka bisa membaca, artinya bantuan yang diberikan ini sangat bermanfaat" kata Philipus Karakaray.

Terkait dukungan dan tanggung jawab sosial perusahaan, General Manager RU VII Direktorat Pengolahan Pertamina, Edy Januari Utama mengatakan, ada sejumlah program yang dibuat oleh Pertamina, diantaranya program kesehatan, program masyarakat mandiri, program pendidikan, dan program charity, yang kesemua program ini menuju agen pembangunan.

"Ada dua konsentrasi kita, yakni program charity dan program community development, dimana kami ini bisa diistilahkan agen pembangunan perusahaan" kata Edy Januari Utama.

Disinggung soal tanggung jawab sosial yang diemban oleh perusahaan dan tidak sebanding dengan hasil yang diterima, Edy mengaku tugas perusahaan terutama BUMN bertanggung jawab atas kegiatan yang dilakukan, meskipun tidak ada atau belum ada untung perusahaan, sebab Pertamina merupakan pendukung dan penggerak pembangunan disekitar perusahaan dalam konteks Citizen Coorporate, yang artinya perusahaan milik rakyat.

"Walaupun kami belum profit tapi sudah menjadi tanggung jawab bagi perusahaan yang didirikan oleh BUMN untuk memberikan dukungan dilingkungan sekitar, sebagai contoh jika belum ada profit atau keuntungan pun akan ada dana sharing yang dilakukan perusahaan, berbeda dengan perusahaan swasta yang baru akan mencairkan dana sosialnya setelah mendapat keuntungan" jelas Edy yang juga menyebutkan Pertamina memberikan bantuan beasiswa dari tingkat SD hingga perguruan tinggi.

Edy Januari Utama menuturkan, dalam beberapa waktu terakhir, Pertamina melakukan beberapa kegiatan yang intinya dapat berlangsung secara berkelanjutan, dengan tujuan untuk memberdayakan masyarakat disekitar ring 1, sehingga program yang dijalankan akan berdampak langsung dan bermanfaat lebih lama.

"Sebenarnya tanggung jawab sosial itu jangan hanya charity seperti bantuan bahan makanan, dan sejenisnya, tapi diarahkan ke program yang dapat berlangsung dalam jangka panjang, seperti program bantuan pembuatan kolam ikan dan budidaya, sehingga program tersebut sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat yang akan berlangsung dalam jangka panjang" tutup Edy Januari Utama.

Pertamina akan terus berupaya mendukung peningkatan SDM sebagai bentuk kesadaran dukungan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap ratusan asa anak negeri ditanah Malamoi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00