• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Pemprov dan DPRD Bengkulu Dukung Adat Budaya Masuk Kurikulum Sekolah

7 November
15:36 2018
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Pihak Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi Bengkulu, berencana mengusulkan adat budaya Bengkulu dimasukkan dalam kurikulum di sekolah-sekolah yang ada di wilayah Provinsi Bengkulu.

Ketua BMA Bengkulu, Effendi MS mengatakan, upaya memassukkan adat budaya daerah ke kurikulum kegiatan ekstra kurikuler di setiap sekolah, dilakukan untuk mengendalikan agar adat budaya yang sudah lama tergerus zaman, dapat tetap dipertahankan.

Menurut Effendi, di era sekarang ini hampir setiap hari mendengarkan berita pelecehan seksual dan tindakan tidak beradap lainnya di media, baik cetak maupun elektronik. Oleh karena itu salah satu langkahnya dengan memberikan pemahaman adat budaya sejak dini kepada generasi penerus bangsa.

“Saya yakin jika adat dan budaya dikenali dan dipahamidengan baik, tindakan di luar norma itu tidak akan terjadi, minimal diminimalisir," ujarnya, Rabu (7/11/2018).

Dikatakannya, wacana memasukkan budaya adat ke dalam kurikulum sekolah tersebut memang masih membutuhkan kajian lebih lanjut. Seperti kesiapan tenaga pengajar di sekolah dan buku panduannya, serta aturan yang mengikatnya dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda). Untuk itu diharapkan, mulai dari sekarang setiap Pemerintah Daerah sudah mulai memikirkan pembuatan Perda tentang adat.

"Kita akan mendorong terus setiap Pemda di wilayah Provinsi Bengkulu memiliki Perda adat, karena dengan itu kita bisa menjalankan tradisi adat dan budaya yang ada hingga ke dunia pendidikan secara langsung nantinya,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Irwan Iriadimenyambut baik terkait adat dan budaya masuk ke sekolah-sekolah, meskipun baru sebatas rencana.

Oleh karena itu, guna membahas keinginan dari pihak BMA tersebut, selaku pihak legislatif siap membahas rencana tersebut dengan semua pihak terkait di daerah ini, termasuk soal pengadaan buku panduan kurikulum adat budaya.

"Kami dari lembaga DPRD terutama Komisi IV, sangat setuju, tapi kita harus persiapkan semua secara matang. Untuk itu perlu dibahas dengan melibatkan semua yang terkait, seperti Diknasdan lain sebagainya. Apalagi ini menyangkut pendidikan moral, karena adat dan budaya erat kaitannya dengan tata krama ataupuntingkah laku di tengah-tengah masyarakat," katanya.

Dibagian lain, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyahatas mengaku, adanya rencana memasukan adat dan budaya ke lingkungan sekolah memang membutuhkan kajian secara matang. Hanya saja Pemprov Bengkulu mendukung penuh usulan tersebut dan agar dapat direalisasikan nantinya.

"Kita mendukung semua usulan yang baikitu. Tetapi untuk merealisasikan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Semuanya harus disiapkan secara matang,mulai dari pengajar hingga kesiapan buku panduannya," pungkasnya. (yyw).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00