• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

M. Nasir Penderita Kanker Usus, Diduga Korban Malpraktek

6 November
23:25 2018
1 Votes (5)

KBRN, Lhokseumawe : Tidak ada yang menyangka bahwa M. Nasir (30) warga Meunasah Pante, Kecamatan Baktya Barat, Kabupaten Aceh Utara, didiagnosis oleh dokter menderita kanker usus. M. Nasir terpaksa harus menjalani  operasi kembali, di salah satu Rumah Sakit di Kabupaten Bireun.

Sebelumnya, pasien tersebut telah menjalani lima kali operasi di perutnya  di Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Mutia Lhokseumawe. Namun, pasca operasi kesekian kali, kondisi pasien semakin parah atau tak kunjung membaik.

Hal itu diketahui setelah pasien dan keluarganya mendatangi rumah kediaman Senator Aceh Sudirman sapaan akrab Haji Uma yang berada di Alue Awe Lhokseumawe, Senin (05/11/2018) sore, untuk menceritakan kisah pilu penyakit yang di derita pasien pasca dilakukan operasi.

"Operasi yang pernah dilakukan di Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Mutia Lhokseumawe, patut kita pertanyakan, karena setelah operasi penyakit pasien semakin parah, malah ususnya sudah dikeluarkan melalui perut dan juga setiap hari keluar darah dari bekas operasi itu,” kata Haji Uma Selasa (6/11/2018).

Menurut keterangan pihak keluarga, terang Haji Uma, sebelum operasi kelima, isteri pasien sempat menanyakan kepada petugas medis (dokter), kenapa harus dilakukan operasi lagi. Dokter hanya menjelaskan, bahwa pasien harus di operasi karena dugaan ada tumor khusus di perut, bahkan pihak keluarga sudah meminta untuk di rujuk ke Rumah Saki Umum Zainal Abidin  (RSUZA)  Banda Aceh, tapi dokter saat itu mengatakan masih bisa ditangani di rumah sakit tersebut.

"Saat ini kondisi pasien semakin memburuk, karena pihak keluarga sudah merasa kecewa terhadap RSU Cut Mutia, sehingga pasien terpaksa dibawa ke RSU Kabupaten Bireun, untuk dilakukan operasi ke enam. Terkait masalah ini  kita akan menanyakan langsung ke pihak RSU Cut Mutia, siapa dokter yang menanggani pasien sebelum, jangan terkesan ini Malpraktek," tegas Haji Uma. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00