• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

BBM 1 Harga di Maybrat Bukan Lagi Impian

6 November
06:40 2018
2 Votes (5)

KBRN, Ayamaru : Ratusan warga dari kampung kambuaya, distrik Ayamaru Timur Kabupaten Maybrat, Kamis (1/11/2018) siang tampak bahagia menanti kedatangan Kepala BPH Migas bersama Retail Fuel Marketing Manager MOR VIII PT Pertamina (Persero) untuk melaunching penggunaan BBM 1 harga di SPBU Kompak yang dikelola CV. Sepa Jaya yang selama ini dinanti-nantikan masyarakat, karena belum dapat menikmati harga BBM sesuai harga nasional.

Septinus, warga Ayamaru menyambut gembira pelayanan BBM 1 harga yang diluncurkan oleh BPH Migas bersama Pertamina. Warga selama ini membeli BBM dengan harga yang sangat mahal, dengan kisaran antara Rp12 ribu hingga Rp 20 ribu perliternya, bahkan kata septinus terkadang BBM tidak tersedia karena harus menunggu kiriman dari Sorong.

"Puji Tuhan tong bisa menikmati ini program pemerintah, BBM 1 harga selama ini tong cuma dengar saja, tapi tidak tahu apa akan diwujudkan di Maybrat atau tidak," tutur Septinus.

Louisa, pimpinan CV. Sepa Jaya menjelaskan perjuangan mendirikan SPBU Kompak cukup panjang, sebelum mendirikan SPBU, Louisa sebelumnya membuka APMS yang menperjual belikan BBM dengan harga industri, dan tepat ditahun 2017, APMS yang dikelola ditutup kemudian dengan gigih berjuang mengajukan izin pendirian SPBU ke PT. Pertamina dan akhirnya dapat diwujudkan.

"Puji Tuhan ini perjuangan panjang, saya punya niat membantu warga agar dapat menikmati program pemerintah, dan kami merasa terbantu oleh dukungan pemerintah Kabupaten Sorong maupun juga Pertamina, kami harap program ini benar-benar menyentuh warga," kata Louisa, Selasa (6/11/2018)

Region Manager Fuel Marketing MOR VIII, Fanda Chrismianto mengatakan kesenjangan harga BBM ditanah air melatar belakangi kebijakan presiden mengeluarkan amanat untuk penyamarataan harga BBM, dengan program ini maka harga BBM akan sama antara di Maybrat dengan di Jakarta, diharapkan dengan adanya program ini masyarakat terlayani karena dukungan pemda begitu besar dalam menghadirkan lembaga penyalur BBM 1 harga.

"Kami Pertamina diamanatkan negara untuk menunaikan program BBM 1 harga, program ini nantinya akan memberikan kepastian harga jual BBM yang selama ini mengalami perbedaan harga, bahkan mencapai Rp12 ribu perliter untuk Premium, sehingga nanti setelah diresmikan harga BBM akan sama yang ada di Maybrat dengan di Jakarta atau daerah lainnya," kata Fanda Krismianto.

Bupati Maybrat, Bernard Sagrim mengatakan hadirnya SPBU Kompak di Ayamaru sebagai bentuk menghilangkan kesan Sorong sebagai kota minyak tapi tidak dirasakan manfaatnya untuk masyarakat, oleh sebab itu dengan program dan kebijakan pemerintah dengan harga yang sama maka mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan BBM. 

"Ini Program pemerintah pusat untuk menjawab kebutuhan BBM masyarakat di Maybrat, oleh karena itu program ini harus disambut dengan baik, dengan harga yang sama, nanti tidak ada harga BBM berbeda, baik itu solar, bensin dan produk lainnya," kata Bernard Sagrim.

Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa mengatakan dalam amanah undang-undang Migas menegaskan untuk memberikan keadilan dalam penyaluran minyak dan gas, ditambahkan untuk BBM 1 harga di Ayamaru merupakan titik ke-83, ditargetkan hingga akhir desember nanti akan ada 130 titik tersebar diseluruh daerah terluar, terpencil, dan tertinggal, diharapkan program ini dimanfaatkan dengan baik, dan tidak disalah gunakan, oleh karena itu masyarakat dan pemerintah turut melakukan pengawasan.

"Pemerintah sudah memberikan fasilitas BBM 1 harga sesuai amanat undang-undang, maka saatnya masyarakat dan pemerintah bersinergi untuk mengawasi penyaluran BBM 1 harga tersebut, mengingat BBM ini khusus buat masyarakat bukan untuk aktivitas usaha atau ekonomi lainnya," kata Fanshurullah Asa yang melaunching BBM 1 harga dengan pengisian secara simbolis kendaraan warga.

Pemberlakuan BBM 1 harga yang baru dihadirkan di Maybrat dengan quota 30 ribu Kiloliter perbulan, baik untuk solar ataupun Premium.

Melalui program ini diharapkan ada peningkatan perekonomian bagi masyarakat termasuk mendukung program penerangan listrik yang selama ini masih terbatas. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00