• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum

Diduga Sebar Ujaran Kebencian, Warga Malang Laporkan Akun FB Bernama Herman Jenggot ke Polisi

5 November
13:42 2018
1 Votes (5)

KBRN, Malang: Sejumlah warga yang tergabung dalam Masyarakat Cinta Indonesia (MCI) mendatangi Polres Malang Kota guna melaporkan salah satu akun media sosial Facebook bernama 'Herman Jenggot Harland'. Akun tersebut diduga telah menyebarkan ujaran kebencian dan menghina simbol negara. 

Perwakilan MCI, Mohammad Zakki mengatakan, laporan itu telah resmi dilaporkan ke bagian Reserse Kriminal Polres Malang Kota, Senin (5/11/2018). Selain membawa surat laporan resmi, tiga perwakilan MCI juga memberikan bukti berupa 'screenshoot' unggahan di akun tersebut.

"Laporan sudah resmi masuk. Nanti pada 13 November saya diminta datang lagi untuk memberikan keterangan lebih lanjut pada kepolisian," kata Zakki saat ditemui usai melapor ke polisi.

Dalam unggahan akun bernama Herman Jenggot Harland, terdapat foto tiga tokoh nasional, yakni Presiden RI Joko Widodo, calon wakil presiden Ma'ruf Amin, serta Ketua Umum GP Anshor Yaqut Cholil. Ketiga foto tersebut di-edit dengan tidak semestinya dilengkapi keterangan foto yang diduga mengandung unsur ujaran kebencian.

"Salah satu objek ujaran kebencian ini adalah Presiden yang notabene simbol negara. Jadi tindakan kriminal ini harus ditindaklanjuti, karena kami khawatir unggahan akun tersebut dapat memicu konflik," ujarnya.

Meski demikian, Zakki mengakui jika saat ini akun tersebut sudah menghilang. Sebelumnya, MCI telah melakukan pengaduan pada Polres Malang Kota pada Sabtu (3/11/2018) lalu. Namun laporan resmi masuk pada hari ini. 

"Diduga pemilik akunnya berada di Riau. Meski akunnya saat ini sudah tidak aktif, tetapi saya kira polisi punya peralatan yang cukup canggih untuk mendeteksi, dan punya kewenangannya khusus untuk bisa masuk ke database sosial media," ungkap Zakki.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri mengaku akan melakukan penelitian lebih lanjut terkait laporan tersebut. "Kita teliti dulu laporannya, jika terlapor diduga berada di Riau, maka dikoordinasikan dulu dengan kepolisian disana," tutur Asfuri.

Saat ini, Polres Malang Kota terus mengoptimalkan peran 'cyber troops' yang bertugas melaksanakan patroli di sosial media. "Jika ditemukan ada ujaran kebencian, selama ini kita lakukan tindakan pencegahan dengan menghubungi pemilik akun agar menghapus postingan itu," tegas dia.

"Tetapi masyarakat juga bisa melapor ke polisi jika ada dugaan ujaran kebencian asalkan dilengkapi dengan bukti-bukti," imbuhnya.

Jika ada pihak yang nantinya memang terbukti melakukan ujaran kebencian di sosial media, sambung Asfuri, maka bisa dikenai Undang-undang ITE nomor 19 tahun 2016. "Ancaman hukumannya bisa empat tahun penjara," pungkas Asfuri.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00