• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Sarasehan Budaya, Komitmen Angkat Kearifan Lokal Jemberan ke Mancanegara

3 November
22:26 2018
3 Votes (5)

KBRN, Surabaya : Ratusan komunitas seni dan budaya berkumpul dalam Sarasehan Budaya yang digelar Seknas Jokowi dan organisasi Semar Jadul ( Seniman Rakyat Jember Kidulan) di sanggar seni sasjari desa sumber Rejo kecamatan ambulu Jember, Sabtu (3/11/2018) malam.

Menurut pemerhati budaya, Enlys Kartika, berkumpulnya budayawan dan seniman ini sebagai upaya menyelamatkan kearifan lokal, merujuk kepada fenomena yang terjadi akhir-akhir ini dengan semakin banyaknya penebaran fitnah, adu domba dan sebagainya.

"Kita ingin terus mengangkat kearifan lokal dengan penguatan budaya Jemberan sebagai sebuah Keberagaman, kekuatan, dan tantangan," ungkapnya.

Menurur Enlys, sebenarnya potensi seni budaya Jember sangatlah besar, karena merupakan perpaduan antara banyak seni dan budaya di Nusantara yang mirip Indonesia mini, namun yang menjadi salah satu kendala adalah bagaimana membangun jaringan yang sangat kuat dengan Pemerintah pusat dan dunia internasional seperti yang terjadi di Banyuwangi saat ini.

Enlys melihat di era pemerintahan Presiden Joko Widodo perhatian terhadap para pegiat seni dan budaya termasuk bagus dan sering hampir setiap tahun para pegiat seni budaya dibantu oleh Direktorat Jendral Kebudayaan dengan berbagai program bantuan bagi para pegiat seni dan budaya.

"Mungkin yang menjadi faktor kendala adalah bagaimana program yang bagus dari Pemerintah pusat tersebut bisa tersosialisasikan di tataran graas root, oleh karena itu melalui kehadiran bapak Setio Utomo dan Ibu Hari Putri Lestari ini kami harapkan bisa mengangkat seni dan budaya Jember ke level yang lebih tinggi," terangnya.

Sementara, Setio Utomo mengatakan, 
potensi seni dan budaya Jember sangatlah luar biasa dan bisa menggambarkan Indonesia dalam skala yang kecil karena di Jember tempat bersatunya budaya Jawa, Madura, Osing, termasuk budaya Tionghoa dan Arab, 

"Ini yang akan menjadi kekuatan seni budaya Jember, selain itu Jember juga melahirkan maestro seni dan budaya di Indonesia seperti Sujiwo Tejo dan Maestro dongeng Indonesia Drs. Supardi atau yang biasa kita kenal dengan nama Pak Raden yang merupakan putra asli Puger Jember," urainya.

Setio juga tidak sependapat dengan  anggapan banyak orang Jember tidak punya kebudayaan. Kekayaan budaya "Jemberan" bisa tampil di sekala Internasional jika dikelola dengan baik.

"Oleh karena itu kita harus bangga memiliki seni dan budaya yang plural di Jember. Kita semua termasuk saya harus mempunyai komitmen yang kuat untuk mewujudkan itu semua," kata Caleg DPR RI dari PDI P ini.

Hari Putri Lestari, Ketua Sapulidi  (Persatuan Perempuan Peduli Generasi Indonesia) Surabaya menambahkan potensi seni, budaya dan Pariwisata Jember merupakan aset berharga yang dimiliki Indonesia khususnya provinsi Jawa Timur.

"Oleh sebab itu, komitmen untuk membangun Jember dan sekitarnya lebih baik dibutuhkan. Itu bisa bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten setempat serta para pegiat seni dan budaya termasuk pelaku pelaku industri," terang perempuan yang juga maju sebagai Caleg DPRD Jatim Dapil V Kabupaten Jember dan Lumajang ini.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00