• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Hadapi Serbuan Dokter Asing, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Terus Upadate Keilmuan

2 November
19:09 2018
0 Votes (0)

KBRN, Medan : Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI) terus mengupdate keilmuan para anggotanya agar dapat memberikan pelayanan paripurna kepada masyarakat, sehingga tidak kalah bersaing dari dokter asing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2020.

“Di era kesehatan saat ini ada sedikit perubahan sistem pelayanan, maka semua dokter harus terus mengupdate ilmu dan keterampilannya. Apalagi 2020 akan ada MEA, jadi dokter-dokter asing dari Asia bisa masuk ke sini dan kita juga bisa masuk ke Negara mereka,” kata Ketua Umum PB PAPDI dr. Sally Aman Nasution, SpPD, K-KV, FINASIM, FACP, pada konferensi pers Pekan Ilmiah Nasional (PIN) XVI PB PAPDI, di Medan, Jum'at (2/11/2018).

Sally mengatakan, MEA menjadi tantangan semua profesi di Indonesia tidak saja dokter spesialis penyakit dalam. Oleh karena itu, pihaknya sudah sejak lama menyiapakan para dokter spesialis yang menjadi anggota PAPDI agar dapat bersaing di era MEA. 

Salah satu cara meningkatkan ilmu kedokteran tersebut adalah dengan menggelar Pekan Ilmiah Nasional setiap tahun di daerah yang berbeda. PIN XVI di Medan kali ini diikuti 700 lebih dokter spesialis penyakit dalam dari seluruh Indonesia.

Dikatakan Sally, update keilmuan tersebut dilakukan karena pihaknya tetap ingin masyarakat Indonesia dilayani dokter-dokter dari negerinya sendiri. 

“Kita ingin jadi tuan rumah di negeri sendiri. Maka kami selalu imbau anggota kami selalulah update ilmu karena ilmu kedokteran tiap kali bisa berubah,” ujarnya.

Selain itu, Sally menambahkan, dalam menghadapi pasar bebas  MEA tersebut, para dokter juga perlu membentuk image dan trust atau kepercayaan public mengingat banyaknya masyarakat lebih memilih berobat ke luar negeri terutama ke negeri jiran Malaysia. 

“Sejak beberapa tahun sebelumnya sudah kami lakukan dari pendidikan kedokteran. Bagaimana agar dokter kita bisa dipercaya masyarakat. Dalam menghadapi pasien, kita tidak hanya melihat penyakitnya tetapi juga budayanya, tradisi, yang belum tentu orang asing bisa memahami,” tegasnya. 

Sekjen PB PAPDI dr. Eka Ginanjar, SpPD, K-KV, FINASIM, FACP, FICA menambahkan, pihaknya berkewajiban mengupdate ilmu agar masyarakat dapat ditangani dengan pelayanan terkini. Pelaksanan PIN sendiri salah satu tujuannya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Sementara Ketua Panitia PIN XVI PB PAPDI dr. Edy Rizal Wachyudi, SpPD, K-Ger, FINASIM juga mengatakan, dalam acara ini dilakukan kuliah umum dan 12 simposium serta 63 workshop untuk mengupdate ilmu yang ada dibawah 12 keilmuan spesialis penyakit dalam. 

Sedangkan Ketua PAPDI Cabang Sumtera Utara dr. Mardianto, SpPD, K-EMD, FINASIM mengatakan, kegiatan PIN ini sangat penting dalam rangka meningkatkan ilmu pengetahuan dokter spesialis di daerah terutama di Sumatera Utara untuk menunjang pelayanan kesehatan di Sumut.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terbaru

   

Polres Malang Kota Terapkan Tilang Elektronik

00:00:00 / 00:00:00