• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum

Direktur Operasional Lippo Grup Billy Sindoro Bungkam Usai Jalani Pemeriksaan

16 October
16:30 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Direktur Operational Lippo Group Billy Sindoro resmi ditahan oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Seperti yang diketahui Billy Sindoro telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak KPK terkait kasus suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi.

Usai menjalani pemeriksaan sejak hari Senin (15/10) Malam, Billy Sindoro keluar dari gedung KPK sekitar pukul 15:10 nampak menggunakan rompi tahanan KPK berwarna oranye.

Saat ditanya oleh awak media terkait penahanannya kali ini Billy Sindoro bungkam dan tidak memberikan pernyataannya. Dirinya hanya tersenyum dan langsung menuju mobil tahanan.

Billy Sindoro akan ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. "Rutan Polda Metro Jaya, " ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah dalam konfirmasi tertulisnya, Selasa (16/10/2018).

Selain menetapakan Billy Sindoro selaku Direktur Operasional Lippo Grup sebagai tersangka, KPK juga menetapkan ke- 8 orang lainnya sebagai tersangka. KPK menduga tersangka sebagai penerima suap yaitu Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Najor, Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati, dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi.

Tersangka diduga sebagai pemberi suap yaitu Billy Sindoro (Direktur Operasional Lippo Group), Taryadi (konsultan Lippo Group), Fitra Djaja Purnama (konsultan Lippo Group), dan Henry Jasmen (pegawai Lippo Group).

Seperti yang diketahui KPK sebelumnya melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada hari Minggu 14 Oktober 2018 hingga Senin 15 Oktober 2018. Dari OTT tersebut KPK mengamankan 10 orang. Dari 10 orang yang diamankan pihak KPK, KPK menetapkan 9 orang sebagai tersangka.

Dari OTT yang dilakukan KPK, KPK menduga adanya dugaan tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji pada Bupati Bekasi dan beberapa Kepala Dinas yang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi.

Dari OTT tersebut pihak KPK mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang senilai 90.000 Dollar Singapura, uang senilai Rp 513 juta, serta sejumlah dua unit mobil

KPK menduga Bupati Bekasi dan Kepala Dinas Pemkab Bekasi menerima suap hadiah atau janji senilai Rp 13 milliar guna memuluskan perizinan proyek pembangunan Meikarta.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00