• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Umat Islam Diminta Selektif dalam Membeli Kitab Al Qur’an

16 October
16:07 2018
0 Votes (0)

KBRN, Palangkaraya : Seiring dengan beredarnya video di media sosial pada tanggal 8 oktober 2018 terkait mushaf Alqur’an yang dianggap menyesatkan umat, membuat masyarakat khususulnya umat Islam di Palangkaraya, harus selektif dalam membeli kitab suci Alqur’an, terlebih pembelian yang dilakukan secara online.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Seksi Pondok Pesantren Kementerian Agama Kota Palangkaraya, Windarti, menyayangkan munculnya keberadaan mushaf yang dianggap sesat, karena kitab suci Al qur’an adalah tuntunan umat Islam yang dapat menyelamatkan manusia baik di dunia dan akhirat, bahkan  sejak zaman kenabian tidak ada satu pun mahkluk yang boleh merubah rubah makna meskipun hanya satu ayat.

Bisa jadi beredarnya mushaf Alqur’an yang dianggap sesat merupakan bagian dari propaganda untuk memecah belah islam, inilah yang kita khawatirkan,” kata Win karib disapa kepada RRI, Selasa (16/10/2018).

Pihaknya meminta masyarakat lebih waspada sebelum membeli kitab Alqur’an, kalau perlu cek terlebih dahulu lajnah pentahsinan kepada pihak pihak yang berkompeten, seperti melakukan konsultasi ke Kantor Kementerian Agama, terlebih saat ini sudah memasuki zaman jababiro kebebasan maksiat, dimana mana fitnah bertebaran untuk melemahkan kaum muslimin.

Seperti diketahui, sejak munculnya video mushaf Alqur’an yang dianggap menyesatkan umat islam, Diklat Kementerian Agama pusat langsung menyampaikan rilis siaran pers untuk menghimbau umat islam, agar memperhatikan hal hal salah satunya yang terdapat pada penulisan khat atau tulisan maghribi berbeda dengan mushaf standar indonesia pada umumnya pada penulisan fa dan qof, dalam penulisan maghribi menggunakan satu titik di bawah huruf fa.

  • Tentang Penulis

    Edy Suroso

    Reporter RRI Palangkaraya : hari hari saya, saya habiskan untuk kegiatan keagamaan, mencari berita dan dunia pendidikan non formal.

  • Tentang Editor

    Heri Firmansyah

    Redaktur RRI-Online

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00