• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

Bertemu Buya Syafii Maarif, KH Ma'ruf Amin Diingatkan untuk Jaga Kemajemukan

15 October
18:21 2018
3 Votes (5)

KBRN, Yogyakarta : Calon Wakil Presiden (Cawapres) KH Ma’ruf Amin melanjutkan safarinya di Yogyakarta dengan mengunjungi kediaman mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif, Senin (15/10/2018). Pendamping Joko Widodo (Jokowi) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 itu menemui Buya Syafii guna meminta masukan.

“Beliau memberikan kepada saya banyak hal. Karena saya memang meminta beliau memberikan saran pendapat. Kalau, ini kalau, terpilih menjadi calon wakil presiden, akan saya jadi bahan pertimbangan di mana saya bersama Pak Jokowi mengelola negara,” tutur Ma’ruf.

Selain itu, menurut Ma'ruf, Buya Syafii juga berpesan agar kelak jika terpilih menjadi wapres tetap menjaga kemajemukan. Karena menjadi wakil presiden berarti berlaku untuk seluruh rakyat Indonesia.

“Walaupun bukan pendukung, katakan misalnya rival politik, tetap kita berlakukan yang sama. Dan juga harus merawat kemajemukan bangsa ini. Jangan sampai ada kelompok-kelompok yang didiskriminasi, tidak diberikan pelayanan. Itu saya kira sangat penting untuk menjaga dan merawat,” kata Kiai Ma’ruf menirukan pesan Buya Syafii.

Kiai Ma’ruf juga mendapat masukan agar sebagai tokoh NU tidak sekadar membawa jargon Islam Nusantara. Sebab, ada Muhammadiyah yang menyerukan Islam berkemajuan.

“Beliau bilang jangan hanya Islam Nusantara, tetapi juga Islam berkemajuan yang menjadi motonya Muhammadiyah. Karena itu saya akan selalu membawa bukan hanya Islam Nusantara, tapi Islam berkemajuan,” ucap mantan rais aam PBNU itu.

Sementara itu, Buya Syafii Maarif mengatakan, agama memang tidak bisa dipisahkan dari politik. Namun, semestinya agama menjadi panduan moral dalam berpolitik.

“Jadi agama jangan dijadikan kendaraan. Politik yang harus menjadi kendaraan moral. Idealnya begitu,” tutur Syafii Maarif.

Tokoh kelahiran 31 Mei 1935 asal Sumpur Kudur, Sumatera Barat itu lantas mencontohkan konflik di Jazirah Arab akibat politik agama. Buya Syafii mewanti-wanti agar konflik di Arab tidak dibawa ke Indonesia.

“Itu sangat berbahaya. Dan di sini juga ada pembelinya, kalau mereka enggak paham, mereka beli ide-ide khilafah, ISIS, itu kan enggak sehat. Masa peradaban yang jatuh mau dibawa kesini, bodoh namanya,” tambahnya.

Oleh karena itu Buya Syafii juga berharap agar Pilpres 2019 bisa berlangsung damai. “Harus damai. Kalau seumpamanya ada yang menghujat sepihak, yang lain lebih-lebih kalem,” pesannya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00