• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

BPBD Batang Latih Masyarakat Rentan Bencana

11 October
22:40 2018
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, Kamis (11/10/18) mengundang komponen masyarakat dari berbagai lokasi yang dikategorikan berpotensi terjadi bencana, supaya mengetahui cara menanggulangi terutama untuk menolong para korban, khususnya  masyarakat yang rentan bencana.

“Hari ini kami mengundang masyarakat yang rentan banjir dari beberapa titik lokasi yaitu Kelurahan Proyonanggan Utara, Proyonanggan Tengah, Karangasem Utara, Kasepuhan, Desa Klidang Lor dan Kalipucang,” tutur Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang, Ulul Azmi usai membuka kegiatan Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Bagi Masyarakat Rentan Bencana bertempat di Aula Gedung Pramuka Kabupaten Batang, Kamis (11/10).

Azmi mengatakan, masyarakat diberikan beberapa materi dan pelatihan yaitu cluster posko, cluster evakuasi, cluster pengungsi, cluster dapur umum, cluster psikososial dan cluster komunikasi. Pelatihan ini sebagai langkah antisipasi jika suatu ketika terjadi bencana banjir, mereka sudah siap dan mengetahui tindakan dan langkah yang harus diambil.

“Masyarakat harus selalu siap siaga sejak pra bencana dengan tidak membuang sampah di saluran air, menjaga saluran air jangan sampai menyempit, membersihkan lingkungan secara bergotong-royong agar tidak ada sampah menyumbat di saluran air yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir,” papar Azmi.

Menurut Azmi, pihaknya mengundang para relawan yang tergabung dalam Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB), yang telah mendapat pelatihan penanggulangan bencana di tingkat nasional, untuk selanjutnya menyampaikan ilmu itu kepada masyarakat agar memiliki sikap tanggap bencana.

“Narasumber yang diundang antara lain untuk cluster psikososial dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pelangi Nusa, cluster posko mengudang Banser Tanggap Bencana (Bagana), cluster pengungsian dari Muhammadiyah Desester Enpresis Management, cluster evakuasi dari Batang Resque, cluster dapur umum dari Palang Merah Indonesia (PMI), cluster komunikasi dari Radio Amatir Batang,” jelasnya.

Menurutnya, sementara ini masyarakat diberikan sosialisasi dilanjutkan diskusi tentang teknik penanganan korban bencana banjir.

“Setelah diberikan edukasi, kedepan jika terjadi bencana banjir masyarakat mempunyai kesiapan yang lebih matang. Mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan dan terbentuk mental relawan dalam jiwa setiap individu yang mampu memposisikan diri untuk membantu Pemerintah Kabupaten Batang dalam menanggulangi bencana,” pungkas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang Ulul Azmi. (Heri/DNA).  Batang Latih Masyarakat Rentan Bencana

KBRN, Semarang : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, Kamis (11/10/18) mengundang komponen masyarakat dari berbagai lokasi yang dikategorikan berpotensi terjadi bencana, supaya mengetahui cara menanggulangi terutama untuk menolong para korban, khususnya  masyarakat yang rentan bencana.

“Hari ini kami mengundang masyarakat yang rentan banjir dari beberapa titik lokasi yaitu Kelurahan Proyonanggan Utara, Proyonanggan Tengah, Karangasem Utara, Kasepuhan, Desa Klidang Lor dan Kalipucang,” tutur Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang, Ulul Azmi usai membuka kegiatan Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Bagi Masyarakat Rentan Bencana bertempat di Aula Gedung Pramuka Kabupaten Batang, Kamis (11/10).

Azmi mengatakan, masyarakat diberikan beberapa materi dan pelatihan yaitu cluster posko, cluster evakuasi, cluster pengungsi, cluster dapur umum, cluster psikososial dan cluster komunikasi. Pelatihan ini sebagai langkah antisipasi jika suatu ketika terjadi bencana banjir, mereka sudah siap dan mengetahui tindakan dan langkah yang harus diambil.

“Masyarakat harus selalu siap siaga sejak pra bencana dengan tidak membuang sampah di saluran air, menjaga saluran air jangan sampai menyempit, membersihkan lingkungan secara bergotong-royong agar tidak ada sampah menyumbat di saluran air yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir,” papar Azmi.

Menurut Azmi, pihaknya mengundang para relawan yang tergabung dalam Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB), yang telah mendapat pelatihan penanggulangan bencana di tingkat nasional, untuk selanjutnya menyampaikan ilmu itu kepada masyarakat agar memiliki sikap tanggap bencana.

“Narasumber yang diundang antara lain untuk cluster psikososial dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pelangi Nusa, cluster posko mengudang Banser Tanggap Bencana (Bagana), cluster pengungsian dari Muhammadiyah Desester Enpresis Management, cluster evakuasi dari Batang Resque, cluster dapur umum dari Palang Merah Indonesia (PMI), cluster komunikasi dari Radio Amatir Batang,” jelasnya.

Menurutnya, sementara ini masyarakat diberikan sosialisasi dilanjutkan diskusi tentang teknik penanganan korban bencana banjir.

“Setelah diberikan edukasi, kedepan jika terjadi bencana banjir masyarakat mempunyai kesiapan yang lebih matang. Mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan dan terbentuk mental relawan dalam jiwa setiap individu yang mampu memposisikan diri untuk membantu Pemerintah Kabupaten Batang dalam menanggulangi bencana,” pungkas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang Ulul Azmi. (Heri/DNA). 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00