• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Terkait Kasus RS, Kompolnas Apresiasi Kerja Profesional Polda Metro Jaya

11 October
21:39 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Diprosesnya kasus penyebaran berita bohong yang diduga dilakukan oleh Ratna Sarumpaet dengan adanya penetapan tersangka, pemanggilan saksi-saksi, serta pengumpulan alat-alat bukti  adalah suatu hal yang biasa.

"Hal tersebut menunjukkan berjalannya hukum di negara kita. Equality before the law, atau kesetaraan dihadapan hukum, menjadikan semua orang di Indonesia wajib mematuhi hukum, tidak terkecuali pejabat tinggi, tokoh, maupun figur publik," ujar Komisioner Kompolnas RI, Andre H Pulungan dalam keterangan yang diterima Radio Republik Indonesia, Kamis malam (11/10/2018).

Andre menambahkan, pihaknya mengapresiasi Polda Metro Jaya yang menerapkan prinsip equality before the law dengan memanggil tokoh-tokoh penting di Indonesia untuk menjadi saksi kasus Ratna Sarumpaet.

Makanya, sangat disayangkan ketika Polda Metro Jaya menerapkan equality before the law, justru ada yang menuding Polri berpihak dan ada pula yang menuntut Kapolri untuk dicopot dengan tudingan bahwa Kapolri melakukan tindakan korupsi dan kasusnya pernah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupasi

"Kompolnas menganggap bahwa tudingan terhadap Kapolri adalah tudingan yang serius dan harus dapat dibuktikan kebenarannya," imbuhnya.

Di sisi lain, lanjut dia,  Kompolnas sebagai pengawas fungsional Polri sudah melakukan klarifikasi kepada penyidik Polda Metro Jaya dan Propam Polri terkait kasus yang dituduhkan kepada pribadi Kapolri, dan hasil klarifikasi yang dilakukan Kompolnas menunjukkan bahwa apa yang dituduhkan tidak terbukti.

Selain Kompolnas, KPK juga sudah menyatakan bahwa dalam kasus yang dituduhkan kepada pribadi Kapolri, perusakan buku tidak terbukti, yang diperkuat dengan pemeriksaan rekaman CCTV di KPK, saksi-saksi, dan pemeriksaan pengawas internal KPK.

Lebih lanjut, Polda Metro Jaya juga sudah melakukan penyelidikan tentang tuduhan adanya aliran dana kepada Kapolda Metro Jaya waktu itu kepada pihak-pihak yang terkait dengan masalah tersebut, dan semua menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar.

"Polri tetap bertindak profesional dan mandiri dalam menangani kasus Sdri. Ratna Sarumpaet dan siapa saja yang terkait dengan tindak pidana penyebaran berita bohong, dengan mengedepankan prinsip equality before the law  dan asas praduga tak bersalah," terangnya.

Lalu, Andre juga meminta kepada pihak-pihak yang sudah menyebarkan berita bahwa pribadi  Kapolri sudah menerima aliran dana, tetapi ternyata tidak dapat dibuktikan, maka Polri tidak boleh ragu-ragu untuk menegakkan hukum kepada siapa saja yang sudah menyebarkan berita bohong sesuai dengan hukum yang berlaku

Sementara itu, Sekretaris Kompolnas, Bekti Suprato berharap setiap warga taat dan mematuhi hukum yang berlaku di Indonesia.

"Kompolnas menghimbau kepada siapapun Warga Negara Indonesia untuk dapat mematuhi hukum yang berlaku di Indonesia," tegasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00