• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Pemprov Jatim Fokus Pemulihan Pasca Gempa Sumenep

11 October
19:11 2018
0 Votes (0)

KBRN, Sumenep : Gubernur Jawa Timur, Soekarwo bersama rombongan mendatangi Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep yang merupakan daerah paling parah terdampak gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter, Kamis (11/10/2018).

Saat tiba Soekarwo langsung menemui para korban dan meninjau langsung rumah warga yang ambruk akibat kerasnya guncangan.

Gubernur Jawa Timur dua periode ini mengaku, penanganan harus segera diselesaikan sehingga masyarakat terdampak menjadi tenang.

"Menyangkut kerusakan rumah akan menjadi tanggungjawab Provinsi. Secara prinsip dibangun oleh Pemerintah," kata Soekarwo di Kecamatan Gayam, Kamis (11/10/2018) siang.

Ditambahkan, yang paling penting sekarang ialah upaya pemenuhan kebutuhan korban, khususnya logistik makanan maupun untuk perbaikan tempat tinggal.

"Yang sakit juga tanggungjawab Pemerintah. Kalau yang tidak mau ke Puskesmas karena jarak kita akan bangun Puskesmas darurat. Kalau yang meninggal kita beri santunan," paparnya.

Terpisah, Bupati Sumenep Busyro Karim menyatakan, Pemerintah Daerah telah melakukan berbagai langkah penanganan pertama. Banyaknya korban luka, tim medis dan obat-obatan telah di kirim kelokasi.

"Tim medis dan obat-obatan sudah dikirim. Ini yang sekarang paling penting karena banyak masyarakat yang menjadi korban," kata Busyro Karim.

Selain menambah petugas medis, pejabat terkait diintruksikan turun langsung ke lokasi bencana untuk melakukan pendataan secara akurat.

"Koordinasi kita lakukan sejak awal. Ini demi masyarakat. Semua harus mendapatkan pelayanan yang baik," pungkasnya.

Gempa bumi yang terjadi hari Kamis pukul 01:44 WIB dini hari, selain mengakibatkan banyak warga Kecamatan Gayam mengalami luka-luka juga menciptakan kerusakan bangunan. Bahkan terdapat tiga warga yang meninggal dunia.

Guncangan gempa bumi dengan kekuatan 6,4 Skala Richter juga dapat dirasakan hampir pada semua wilayah di Kabupaten Sumenep.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00