• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Kemenko PMK Minta Masyarakat Tidak Sebar Hoax Bantu Penanganan Bencana

11 October
19:02 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan meminta seluruh masyarakat untuk tidak menyebarkan berita bohong (hoax) sebagai salah satu dukungan terhadap penanganan bencana yang terjadi di Indonesia baru-baru ini.

“Janganlah memanfaatkan bencana yang terjadi sebagai kesempatan untuk memecah-belah bangsa dengan menyebarkan hoax karena dampak negatifnya sangat besar dan akan menghambat upaya penanganan di lokasi bencana," kata Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Nyoman Shuidadi dalam siaran pers  di Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Seperti dilansir dari laman Antara, Lebih lanjut Nyoman juga menggarisbawahi pentingnya gotong royong untuk meringankan beban para korban bencana. “Dengan bergotong royong meringankan beban para korban bencana, maka masyarakat telah berkontribusi terhadap upaya penanganan pascabencana yang dilakukan pemerintah sehingga dapat lebih efektif."

Nyoman mencontohkan kontribusi lain yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu para korban salah satunya dengan menjadi sukarelawan atau mengirimkan bantuan melalui lembaga resmi.

“Masyarakat dapat menjadi relawan ataupun jika tidak memungkinkan, dapat mengirimkan bantuan ke lokasi bencana.

Hal ini sudah cukup membantu upaya penanganan pascabencana yang dilakukan oleh pemerintah” jelas Nyoman. Terakhir, Nyoman menekankan pentingnya mempertahankan semangat revolusi mental kepada seluruh masyarakat, baik para korban ataupun mereka yang tidak terkena dampak bencana.

“Masyarakat harus bersama-sama mengimplementasikan Gerakan Indonesia Bersatu sehingga persatuan dan kesatuan bangsa dapat terus dipelihara dan tidak akan lekang walaupun Indonesia saat ini sedang menghadapi bencana” pungkas Nyoman.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00