• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Harga Daging Ayam Melonjak, Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli

11 October
18:55 2018
0 Votes (0)

KBRN, Palangkaraya : Akibat lonjakan harga daging ayam yang mencapai Rp45 ribu bahkan bisa menembus Rp50 Ribu perkilogramnya, membuat pedagang ayam potong dan pedagang makanan mengeluhkan sepinya pembeli.

Salah satu pedagang ayam potong Desi (60) di pasar tradisional Palangkaraya mengakui, sejak seminggu terakhir ini, konsumen pembeli daging ayam mulai berkurang, mengingat harganya yang melonjak tajam, kebanyakan mayarakat memilih ikan sungai dan jenis leuk pauk lainnya, sebagai pengganti daging ayam.

“Saat ini harga daging ayam tidak normal, paling tinggi bisa mencapai Rp50 ribu, sehingga banyak masyarakat yang pergi ke pasar mengurungkan niat untuk membeli ayam potong,” kata Desi kepada RRI, Kamis (11/10/2018).

Dijelaskan, sebab naiknya daging ayam dipengaruhi menipisnya stok ayam yang disuplay dari luar daerah kota Palangkaraya, sebab selama ini sebagian besar kebutuhan pokok, masih bergantung dengan daerah lain.

Hal senada dikatakan sejumlah penjual makanan jadi atau siap saji, juga mengeluhkan mahalnya daging ayam potong, hal ini dirasakan Lestari (55), terpaksa Ia mengurungkan niat membeli daging ayam dengan jumlah banyak, mengingat harga masih belum normal, kalau biasanya membeli 10 kg sekarang harus dikurangi 6 kg untuk menyesuaikan dengan kantong.

“Pokonya bingung mas, mau naikin harga seporsi makanan, nanti malah hilang pelanggannya, mau tidak dinaikkin modal membeli ayam sudah mahal, jadi serba salah sekarang ini,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah segera turun tangan, minimal dapat menormalkan harga daging ayam, karena kondisi masyarakat sudah sulit jangan ditambah semakin sulit dengan kondisi naiknya sejumlah sembako, belum lagi dengan isu adanya kenaikan BBM, menambah daftar penderitaan rakyat.

  • Tentang Penulis

    Edy Suroso

    Reporter RRI Palangkaraya : hari hari saya, saya habiskan untuk kegiatan keagamaan, mencari berita dan dunia pendidikan non formal.

  • Tentang Editor

    Waddi Armi

    Redaktur Puspem 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00