• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Masyarakat Palangkaraya Berharap Pemerintah Tidak Naikkan Harga BBM Jenis Pertalite

11 October
18:54 2018
0 Votes (0)

KBRN, Palangkaraya : Seiring ditundanya kenaikan bahan bakar minyak jenis premium oleh pemerintah, tidak berpengaruh terhadap antrian, pasalnya masih dijumpai sejumlah SPBU di kota Palangkaraya terlihat mengantri mendapatkan BBM jenis Pertalite hingga meluber ke jalan raya.

Salah seorang masyarakat yang mengantri di SPBU Jalan Imam Bonjol Palangkaraya Arul (40) mengaku kesulitan dengan antrian panjang yang terjadi, ia menyebut kondisi sekarang, dampak ari ditundanya kenaikan premium, sehingga membuat  masyarakat khawatir BBM jenis Pertalite terkena imbas akan dinaikkan pemerintah, mengingat hanya jenis BBM non subsidi tersebut yang masih bisa dijangkau oleh masyarakat, di saat mendapatkan BBM jenis premium semakin langka.

“Kondisi ini, terus terang  memberatkan kami mas, karena premium semakin langka, makanya kami pilih pertalite, kalau bisa janganlah dinaikkan harganya, nanti akan berdampak ke lainnya,” harapnya kepada RRI, Kamis (11/10/2018).

Ditambahkan, sebagian besar masyarakat kota Palangkaraya, baik roda dua dan empat kebanyakan memakai BBM jenis Pertalite, karena jenis Pertamax harganya sudah mencapai Rp10.600 perliternya, kedepan pihaknya berharap pemerintah bisa menurunkan kedua jenis BBM baik Pertalite dan Pertamax, agar masyarakat lebih efiien dalam memanfaatkan uang.

Menyikapi kondisi tersebut, Sekda Kota Palangkaraya Rojikinor meminta masyarakat tidak resah mendengar isu kenaikan setiap jenis BBM, apalagi Presiden Jokowi sudah jelas membatalkan rencana tersebut, yang harus dilakukan masyarakat saat ini khususnya penjual BBM eceran, tidak memanfaatkan situasi semacam ini dengan melakukan perbuatan penimbunan bbm, sehingga semakin menyulitkan masyarakat lainnya.

“Masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya isu yang belum jelas, lebih baik percayakan kepada pemerintah pusat, karena apa yang diputuskan itulah yang terbaik,” ujarnya.

Ia menambahkan, melihat kondisi antrian yang masih panjang, pihaknya berharap sejumlah SPBU dapat mengamankan stok,  sehingga meskipun harga Pertalite sudah menembus angka Rp8.000 dan pertamax Rp10.600, masyarakat tidak kecewa dengan kosongnya persediaan BBM, karena kebutuhan dasar masyarakat. 

  • Tentang Penulis

    Edy Suroso

    Reporter RRI Palangkaraya : hari hari saya, saya habiskan untuk kegiatan keagamaan, mencari berita dan dunia pendidikan non formal.

  • Tentang Editor

    Waddi Armi

    Redaktur Puspem 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00