• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Kala Osin jadi Menko Maritim Sehari

11 October
17:48 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Mengikuti Kegiatan "Sehari Menjadi Menteri" menjadi pengalaman berharga yang diraih oleh Maria Rosalin Lengari, siswi dari SMP Swasembada di Lembata, Nusa Tenggara Timur. Siswi yang akrab disapa Osin itu menaruh harapan, ke depan, pemerintah dapat lebih memperhatikan program pembangunan berkelanjutan untuk kaum perempuan.

Menjadi seorang menteri, tentu tak terbayangkan oleh Maria Rosalin Lengari atau yang akrab disapa Osin. Memulai kegiatan dari rumah dinas di kawasan Widya Chandra, menaiki mobil dinas seorang menteri yang dikawal oleh seorang ajudan serta mendapat sambutan dari para pegawai yang berada di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, menjadi pengalaman baru yang didapat Osin. Dengan nada riang dan juga senyum menyeringai di wajah, Osin yang adalah pelajar kelas IX menceritakan dirinya dapat menggantikan peran seorang menteri setelah memenangi kompetisi kepemimpinan oleh Yayasan Paln Internasional Indonesia. 

"Tenyata menjadi seorang menteri itu pekerjaan yang serius, butuh konsentrasi, dan pekerjaan ini berat. Banyak hal yang harus dilakukan," Ujar Osin di kantor kemenko Maritim pada Kamis (11/10/2018).   

Osin pun menjelaskan, hingga kini masih banyak anak perempuan yang mendapat tindak kekerasan, tidak hanya secara fisik, namun juga secara verbal. Karenanya ia ingin agara pemerintah dapat lebih memperhatikan program pembangunan berkelanjutan untuk kaum perempuan. 

"Setiap pekerjaan yang dikerjaan perlu diperhatikan dari berbagai aspek. menurut saya, kami masih belum diperhatikan. Masih banyak tindak kekerasan yang terjadi. Kami itu kurang pengawasan. Pesan saya, untuk melaksanakan program pembanguan berkelanjutan itu harus direncanakan secara matang, khusunya untuk kaum perempuan," Jelas Osin.

Melihat pengalaman yang diraih Osin, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Agus Purwoto menjelaskan, bahwa keseriusan dari Kemenko Maritim terhadap kegiatan yang juga bertajuk Girls Take Over itu diapresiasi oleh Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan. 

"Saya ingin agar anak kita dapat memiliki pengalaman memimpin seperti yang pak menko lakukan sehari-hari, serta dapat mengetahui apa saja yang telah dilakukan oleh pemerintah khususnya untuk membangun sektor kemaritiman." tutur Agus.  

Sementara itu, Yayasan Plan Internasional Indonesia James menjelaskan, bahwa Paln Indonesia ingin mendorong kegiatan Girls Take Over guna meningkatkan dan mendorong hasrat kaum perempuan dan juga anak-anak untuk dapat ikut membuat perubahan, dengan syarat hak-hak terpenuhi dan diberikan kesempatan yang sama. 

"Tahun ini sebelum melakukan Girls Take Over, kita melakukan studi. Pertama melibatkan ratusan experts tentang keamanan kota. Dari situ didapat informasi, bahwa masih banyak hal yang tidak nyaman dari kota tempat tinggal, Jakarta termasuk di dalamnya." Tutur James.     

Puncak Kegiatan Hari Anak Perempuan Internasional di Inndonesia akan dilakukan sejumlah kegiatan pada tanggal 13 Oktober 2018. Sosialisasi kesetaraan gender dan penciptaan kota yang aman bagi anak dan kaum perempuan masih harus lebih gencar dilakukan oleh pemerintah dan berbagai instansi di Indonesia, demi menciptakan kota yang nyaman untuk anak-anak dan juga hadirnya generasi muda kaum perempuan yang maju dan kompeten. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00