• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Kedua Pelaku Pencuri Spesialis Pecah Kaca Mobil Ini di Dor Polisi

11 October
16:47 2018
0 Votes (0)

KBRN, Cimahi : Dua pelaku pencuri spesialis pecah kaca mobil yang sudah beraksi di 41 lokasi berhasil diringkus anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi. Kedua tersangka masing-masing bernama Muhammad Basri Podo (39) warga Cipinang Kecamatan Pulo Gadung Jakarta Timur serta Aldi Pawane (43) warga Puri Cipagerang Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi.

Terakhir kedua tersangka melakukan aksinya pada 11 September 2018, di salah satu minimarket kawasan Kampung Kramat, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. 

"Setelah mendapat laporan dari korban Susri Inarti yang kaca mobilnya dipecahkan tersangka dengan hammer atau alat pemecah kaca mobil, penyidik kami langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil meringkus kedua tersangka di kawasan Padalarang Kabupaten Bandung Barat," ungkap Kapolres Cimahi AKBP. Rusdy Pramana Suryanagara kepada wartawan di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Machmud Cimahi, Kamis(11/10/2018).

Rusdy menjelaskan, kedua tersangka tak hanya melakukan aksinya di wilayah hukum Polres Cimahi, tetapi juga pernah beraksi di wilayah Jawa Tengah yakni di Semarang dan Demak.

"Alhamdulilah penyidik dipimpin Kasat Reskrim pa Niko, berhasil menangkap pelaku. Mereka sering melakukan kejahatannya diwilayah Jawa Barat dan pernah melakukan aksinya paling jauh di Jawa Temgah yakni Semarang dan Demak," ujarnya.

Menurut Kapolres, kedua tersangka melakukan pencurian barang didalam mobil yang diparkir dengan modus melakukan pecah kaca, dan sebelum melakukan aksinya mereka mengamati dulu calon korbannya, bila kondisi aman mereka langsung menjalankan aksinya.

"Kepada penyidik tersangka mengaku melakukan aksinya setiap hari dengan cara berpindah-pindah lokasi, sampai hasilnya terkumpul banyak, baru dijual kepada penadahnya di Jakarta," imbuhnya.

Selain tersangka, polisi juga mengamankan puluhan barang berharga seperti ponsel, tablet, laptop, power bank dan mengamankan tiga buah alat pemecah kaca atau hammer.

"Saat dilakukan penangkapan, kedua tersangka tersebut melakukan perlawanan dan membahayakan petugas,  sehingga polisi terpaksa harus melakukan tindakan tegas terukur dengan cara menembak pada bagian kaki," tandas Kapolres.

Akibat perbuatannya itu kata Rusdy, kedua pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke-4 dan ke-5 KHU Pidana  dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00