• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Soal Isu Suap, Ini Pesan Bamsoet Buat Kapolri

11 October
16:34 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta Kapolri Tito Karnavian tetap fokus bekerja sesuai tupoksinya.

Menrutnya, Tito tak perlu larut ataupun terganggu atas isu adanya dugaan aliran dana dari Basuki Hariman dalam kasus impor daging kepada dirinya.

"Dari penjelasan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasito, Polri sudah meminta keterangan dari saudara Basuki Hariman mengenai hal tersebut. Basuki mengakui bahwa dirinya tidak pernah memberikan dana kepada Kapolda Metro Jaya yang ketika itu dijabat oleh Tito Karnavian," ujarnya dalam keterangan yang diterima Radio Republik Indonesia, Kamis (11/10/2018).

Selain itu, mantan Ketua Komisi III DPR ini menqmbahkan, pimpinan KPK juga sudah menegaskan tidak bisa melanjutkan isu ini lebih lanjut.

"Kita tentu percaya integritas KPK dalam menangani kasus hukum. Jika tidak ada bukti yang kuat, tidak mungkin KPK bisa melanjutkan proses hukum sebagaimana mestinya," terangnya.

Dijelaskan, Pria yang akrab disapa Bamsoet ini, Basuki Hariman juga sudah menjalani persidangan. Dalam persidangan, tidak ada fakta hukum yang menguatkan kebenaran isu tersebut. Bahkan yang bersangkutan sudah menjalani proses hukum sebagaimana ketentuan perundang-undangan.

"Dengan demikian, Kapolri Tito Karnavian dan jajarannya tak perlu menghabiskan banyak energi menanggapi isu ini. Masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan oleh Polri," tandasnya.

Politkus Golkar ini mengungkapkan tugas penting Polri yang penting diantaranya pengamanan berbagai event internasional seperti Asian Para Games 2018, Annual Meeting IMF - World Bank di Bali, Natal dan Tahun Baru 2019, serta yang sangat penting menyangkut pengamanan Pemilu 2019.

"Jangan sampai isu ini membuat semangat Polri mengendur. Rakyat menaruh harapan besar kepada Polri untuk mewujudkan ketertiban dan keamanan masyarakat," tegasnya.

Lebih jauh, Bamoset menjelaskan bahwa sejak dipimpin Jenderal Tito Karnavian pada tahun 2016, kinerja Polri terus mengalami peningkatan yang signifikan. Survei Litbang Kompas per-akhir Juni 2016, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 63,2 persen. Naik menjadi 70,2 persen pada Oktober 2017. Kemudian meningkat tajam pada Juni 2018 menjadi 82,9 persen, tertinggi semenjak era reformasi tahun 1999.

Tak hanya dari dalam negeri, kata dia, pengakuan juga datang dari luar negeri. Survei Global Law and Order Survey yang diselenggarakan The Gallup Organization tahun 2018 menempatkan Indonesia sebagai negara teraman ke-9 di dunia. 69 persen dari 148.000 responden di 142 negara percaya bahwa Polri mampu menjaga keamanan Indonesia.

"Ibaratnya sebuah pohon, semakin tinggi pasti akan menghadapi angin yang semakin kencang. Fitnah, isu agitasi dan propaganda tak bisa dielakan, apalagi terhadap pejabat publik yang dianggap berhasil memimpin sebuah institusi," terangnya.

"Ada saja pihak-pihak yang mencatut maupun memanfaatkan nama besar seseorang untuk kepentingan politik maupun bisnisnya yang tak bertanggung jawab. Namun pada akhirnya, integritas dan rekam jejak tak akan pernah bohong, Kapolri Tito Karnavian harus menjadikan kejadian ini sebagai pelecut. Jangan justru menjadi pematah semangat," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00