• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Rumah Dieksekusi Satpol PP, Puluhan Jiwa Warga Jebres Kehilangan Hunian

11 October
15:27 2018
0 Votes (0)

KBRN, Surakarta : Puluhan jiwa, warga Jebres Demangan RT 02/25 Kecamatan Jebres tidak tahu harus tinggal dimana, setelah hunian mereka dirobohkan satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Surakarta, Kamis (11/10/2018). Mereka mengakui tidak memiliki tempat tinggal selain hunian yang berdiri di Lahan Hak pakai (HP) Pemkot Surakarta nomor 105 itu.

Kepada Wartawan seorang Ibu rumah tangga Maria Yusneni mengungkapkan rumahnya sudah dirobohkan dengan alat berat, sementara semua perabot rumah tangga telah berada dijalan.

Perempuan yang juga Sekretaris Paguyuban Warga Jebres Demangan itu mengatakan, sebelum penertiban hunian dilakukan memang mendapatkan sejumlah tawaran dari Pemkot Surakarta seperti tinggal di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa).

"Memang kami diminta pindah di Rusun, juga dikasih fasilitas tempat usaha di Pasar Panggung Rejo dan biaya bongkar serta angkut material. Tapi kami tolak," katanya.  

Menurutnya, warga berkukuh tetap menempati lahan pemerintah HP 105. Selain itu tinggal di Rusunawa menurut Yusneni bukan solusi permanen. Karena warga tidak bisa membuka usaha, terlebih setiap bulan harus membayar sewa kamar.

"Warga itu memiliki usaha di sini (rumah yang ditinggali sekarang). Kalau pindah ke Rusunawaa itu kita harus bayar, padahal kami melayani mahasiswa, buka laundri, jualan warung bersih-bersih kos, kami buka outlet pembayaran listrik. Kita pindah ke rusunawa siapa yang mau loundry ke sana. Apa kami harus puasa, kami kan mebiayai anak sekolah juga. Kami tidak tahu, warga juga ndak punya rumah mau dimana ndak tahu,"  bebernya.

Sampai eksekusi perobohan bangunan dilakukan warga tetap menolak penertiban tersebut, karena warga mengklaim tidak menempati lahan pemkot HP 105. Yusneni mengatakan, bahwasanya pemkot sebelumnya telah melegalkan hunian warga tersebut dengan menarik pajak bumi dan bangunan PBB.

"Sampai tahun ini tagihan PBB itu masih diberikan Pemkot," ungkapnya.

Menurut Yusneni HP 105 sebelumnya adalah HP 18 yang berada di utara Solo Techno Park (STP). Sementara hunian warga itu berada di luar lahan tersebut. Namun belakangan ini pemkot justru merubah HP 18 menjadi HP 105 dan lahan warga yang sebelumnya diluar HP 18 malah jadi satu dengan HP 105.

"Perubahan HP ini yang kami tidak tahu, warga tidak diberitahu. Tahu-tahu BPN (Badan Pertanahan) sudah menerbitkan sertifikat baru," terangnya kesal.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00