• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Nasir Djamil : Miftahul Jannah Telah Mempertahankan Keistimewaan Aceh

8 October
17:45 2018
4 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Politisi asal Aceh Muhammad Nasir Djamil salut dengan keputusan Judoka Puteri Indonesia, Miftahul Jannah yang enggan melepaskan jilbabnya saat bertanding di Cabang Olahraga Judo Asian Para Games 2018 yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Senin (8/10/2018).

“Saya Salut dengan Miftahul Jannah, berani mengambil sikap yang konsisten meskpiun harus didiskualifiikasi dari pertandingan tersebut,” ujar Nasir menyikapi aksi Judoka Miftahul Jannah.

“Dia Pahlawan sebenarnya. Kami sebagai rakyat Aceh bangga dan tersanjung dengan sikap konsisten Miftahul Jannah yang bersikukuh untuk mempertahankan jilbabnya sekalipun sedang bertanding,” tambahnya.

Baca Juga : Ini Alasan Judoka Puteri Indonesia Enggan Lepas Jilbab Saat Bertanding

Menurut Anggota Komisi III DPR itu, Miftah telah mempertahankan keistimewaan Aceh dalam arena Asian Para Games 2018. Nasir pun mengusulkan pemeintah Aceh memberikan penghargaan kepada Miftah.

Tak hanya itu, mantan wartawan ini menyesalkan sikap panitia yang tidak menghargai hak atlet disabilitas. Seharusnya, kata dia, panitia bercermin terhadap perhelatan Asian Games lalu dimana banyak muslimah terjun diberbagai cabang olahraga tanpa melepaskan jilbabnya.

“Saya menyesalkan kejadian ini, yang seharusnya tidak terjadi di perhelatan Internasional ini,” terangnya.

Seperti diketahui Judoka Indonesia di Asian Para Games 2018 untuk Kelas dibawah 52 Kg, Miftahul Jannah  kalah dari atlet Mongolia Oyun Gantulga tanpa melakukan pertandingan. Kekalahan atlet asal Aceh itu disebabkan karena dirinya tidak mau melepas Jilbab yang dikenakannya.

Diakui Miftah, dirinya baru mengetahui aturan tersebut pada Minggu Sore (7/10/2018). Selama ini, dirinya tidak tahu ada aturan tersebut.

Miftah menambahkan, sekalipun dirinya kecewa tapi dirinya lega (mempertahankan Jilbab-red) sekaligus lega karena sudah bisa melawan ego diri sendiri.

"Pelatih menenangkan miftah apapun keputusan miftah itu jalan terbaik Apapun keputusan itu yang terbaik dan pelatih menerima keputusan Miftah,  karena berjalan dijalannya allah, bukan di jalan dunia, karena miftah punya prinsip  mau dipandang baik di mata dunia tetapi ingin juga dipandang baik dimata allah, " pungkasnya.

Miftah akhirnya merelakan peluang emasnya untuk bertanding di Asian Para Games 2018 karena bersikukuh untuk tetap mengenakan jilbab.

 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00