• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Fenomena Waduk Jatigede Saat Musim Kemarau

4 October
09:21 2018
1 Votes (5)

KBRN, Sumedang :  Musim kemarau berimbas pada genangan air Waduk Jatigede yang surut begitu drastis, disisi lain, malah menjadi daya tarik wisata bagi masyarakat Sumedang maupun dari luar daerah.

Pantauan RRI, yang menjadi daya tarik, adalah munculnya kembali kampung halaman warga eks genangan setelah tenggelam sekitar 3 tahun.

Pemandangan berbagai ornamen bekas bangunan yang tak sempat dirobohkan, ketika air waduk datang menggenang kampung pada kurun waktu tahun 2015 akhir kini muncul kembali.

Kondisi puing bangunan yang muncul kembali di sejumlah titik mengesankan panorama kota mati. Pemandangan ini menjadi buruan para pehobi foto, videografer bahkan para fotografer media nasional. 

Bahkan, berita surutnya permukaan air waduk Jatigede juga sempat menghiasi halaman media-media nasional.

Wilayah yang banyak dikunjungi karena munculnya bekas bangunan, diantaranya bekas wilayah Desa Cipaku, Desa Pakualam dan Desa Sukemenak, Kecamatan Darmaraja. 

Di Cipaku, tampak lanskap yang menarik diantaranya bekas tugu bangunan SD Cipaku. Kemudian di Pakualam ada panorama bekas pasar tradisional dan di Sukamenak banyak bangunan yang masih berdiri diantaranya bekas bangunan Mesjid di Dusun Betok.

"Saya penasaran lihat di koran dan di medsos (media sosial) begitu uniknya pemandangan bekas bangunan-bangunan warga yang sempat tenggelam tapi sekarang terlihat lagi. Unik juga sih," ujar Febi Astuti,
salah seorang pengunjung asal Majalengka, saat melihat suasana puing bangunan di wilayah Cipaku, Kamis (4/10/2018).

Febi mengatakan, dirinya bersama keluarga sengaja datang ke Cipaku karena ingin melihat dari dekat, kondisi surutnya air dan suasana bekas kampung saat air waduk mengering.

"Penasaran saja, karena waktu air waduk penuh juga kami pernah mengunjungi ke daerah Jatigede,' ungkapnya.

Sementara, Andri Mulyadi seorang youtuber mengatakan, momen surutnya air dan munculnya kembali bekas perkampungan di Waduk Jatigede adalah momen bagus untuk didokumentasikan. Dimata videografer, memang baru kali ini surutnya air waduk jadi daya tarik tersendiri. Karena, baru tahun ini air surut hingga perkampungan dan bangunan terlihat kembali.

"Ada beberapa titik lokasi yang kita ambil gambar. Sangat dramatis. Setelah diunggah banyak juga pengunjung di youtube," jelasnya.

Surutnya air Waduk Jatigede juga mendapat perhatian dari sorotan media nasional. Media menyoroti dari berbagai aspek. Namun yang paling banyak adalah memotret suasana lanskap sebuah kawasan mati dan human interest. Dimana banyak warga eks genangan yang mengangkut puing bangunan di tempat mereka tinggal dulu.

Tak hanya itu, munculnya kembali perkampungan dan bangunan tersebut, dirasakan lain oleh warga eks genangan. Mereka malah mengaku sedih karena terkenang saat mereka mendiami rumah sebelum digenang. Sebagian dari mereka, bahkan ada yang tak sanggup sekedar melihat bekas kampungnya.

"Ada perasaan sedih, saat kami dulu terusir oleh air waduk. Dan saat ini saya bisa melihat kembali bekas bangunah rumah dulu," ujar Ujang Suyatna, eks warga Cipaku.

Ia menyebutkan, saat ini, ketika perkampungannya  muncul kembali, banyak masyarakat yang berdatangan baik pagi maupun sore. Untuk melihat-lihat dan memotret suasana.

"Ada bahagianya ya ada sedihnya juga," katanya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00