• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Komite I DPD RI Gelar FGD tentang RUU Pemerataan Pembangunan Daerah

2 October
15:16 2018
1 Votes (5)

KBRN, Aimas : Focus Group Discussion (FGD) tentang usulan Rancangan Undang-undang Pemerataan Pembangunan Daerah tersebut merupakan usulan dari Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia berdasarkan kajian tentang pembangunan yang dirasa belum memenuhi aspek pemerataan, oleh karenanya melalui FGD ini nantinya diharapkan akan memperoleh berbagai saran guna menyempurnakan isi dari RUU pemerataan pembangunan daerah.

Yakob Esau Komigi, Anggota DPD RI dapil Papua Barat mengatakan didalam Prolegnas ada Rancangan Undang-undang percepatan pembangunan daerah tertinggal, dan jika ini dipergunakan maka merujuk pada Peraturan Presiden 131 dimana ada 122 daerah terakomodasi didalamnya, sehingga komite I merubah judul dan substansi pemerataan pembangunan daerah.

"Dulunya dalam Prolegnas namanya percepatan pembangunan daerah tertinggal, karena sudah pernah diusulkan maka kami tidak memakai itu, komite I mengubahnya menjadi RUU pemerataan pembangunan daerah baik dari segi judul dan substansinya, melalui kegiatan ini diharapkan saran pendapat masyarakat akan menyempurnakan usulan RUU ini" kata Yakob Esau Komigi, Selasa (2/10/2018).

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani mengatakan dengan adanya FGD pemerataan pembangunan daerah ini diharapkan akan mengakomodir kebutuhan daerah Papua Barat, dan dirinya yakin FGD ini akan banyak menerima usulan terutama dalam pembangunan baik infrastruktur maupun pembangunan manusia di Papua Barat.

"Kita harapkan ini akan menjadi pertimbangan dan menerima saran sehingga kebutuhan pembangunan daerah dapat diakomodir secara baik karena hadirnya RUU ini akan memberikan dampak pada peningkatan pembangunan baik dari sisi infrastruktur maupun SDM" jelas Mohammad Lakotani.

Pelaksanaan Focus Group Discussion tentang Rancangan Undang-undang Pemerataan Pembangunan Daerah yang memuat 37 pasal tersebut melibatkan berbagai kalangan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00