• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Haji 2018

4 Jamaah Haji DIY Masih Dirawat di Tanah Suci

17 September
15:55 2018
6 Votes (4.8)

KBRN, Yogyakarta : Pelaksanaan ibadah haji DIY tahun 2018 berjalan dengan baik dan lancar dari mulai berangkat sampai kepulangan jamaah haji ke Tanah Air.

“Kami merasa selalu mendapatkan perlindungan dari Allah Swt.  Dari kurun waktu 3-6 September 2018 kami semua telah kembali ke DIY, ke rumah masing-masing,” jelas Drs H Nur Abadi,MA pemimpin Khafilah Haji DIY di Kepatihan Yogyakarta, Senin (17/9/2018).

Nur Abadi juga menyebut, sebanyak 3.219 jamaah DIY yang berangkat menunaikan ibadah haji  tidak bisa kembali keseluruhan.

"Terdapat 6 jamaah meninggal dunia di Tanah Suci, yakni 2 warga Sleman, 1 warga kota Yogyakarta, 1 warga Bantul, 1 warga Gunungkidul, dan 1 lagi warga Kulon Progo. Selain itu, 4 saudara kita saat ini masih ada yang harus dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi. Semoga beliau-beliau yang wafat akan memperoleh surga-Nya Allah dan saudara yang masih dirawat semga lekas diberikan kesehatan,” tuturnya.

Ditambahkannya, pemerintah telah memberikan tambahan fasilitas, baik bersifat akomodasi, konsumsi, transportasi, dan kesehatan pada Ibadah haji pada tahun 2018. Selain itu, dengan pemeriksaan geometri di embarkasi, memberikan kemudahan hingga sampai di Tanah Suci sehingga jamaah tidak terlalu terkuras tenaga dan tidak kelelahan.

“Penilaian kami, alhamdulillah memuaskan bagi kami. Karena jamaah haji kita di tahun 2018 ini lebih dari 65% berkategori istimewa,” tambahnya.

Sementara itu, Sekda DIY, Gatot Saptadi berharap masing-masing jamaah menjaga predikat haji yang telah disandangnya. Predikat haji merupakan amanah berat yang harus dipergunakan sebagai pondasi yang kuat dalam segala tindakan dan perbuatan.

“Ibadah haji bukan hanya terfokus pada kegiatan di Tanah Suci semata, namun juga sesudahnya. Bahwa tantangan dan godaan dalam mempertahankan predikat haji tersebut jauh lebih berat,” kata Gatot.

Gatot juga menyebut predikat haji mabrur hanya akan tercipta jika setelah kembali ke tengah masyarakat para jamaah mau dan mampu membagi pengalaman rohani yang diperoleh di Tanah Suci untuk diterapkan dalam perilaku kehidupan sehari-hari di tengah-tengah keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

“Seperti apa yang diriwayatkan oleh Bukhari bahwa Allah SWT telah menjanjikan tidak ada pahala lain bagi haji yang mabrur kecuali surga. Oleh karena itulah, perlu kita sadari bersama bahwa predikat haji adalah amanah bukan suatu kebanggaan yang dapat disombongkan,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00