• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Hati hati Bahaya Pornografi dI Era Digital

14 September
22:16 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Ketua Panitia Eka Mardiyanti mengungakapkan kepeduliannya terhadap maraknya penggunaan alat komunikasi untuk tujuan negatif dan merusak moral bangsa, maka sangat tepat LPER ( Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat) bekerjasama dengan KOMINFO dan Siber Kreasi, menggelar bincang- bincang & diskusi umum skala internasional pada tanggal 12 September 2018 di Kominfo Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta. "Dampak pornografi, akhir-akhir ini semakin menyebar keseluruh dunia karena  mudah diakses melalui internet," jelas Eka Mardiyant. 

Menurut Samuel Pangerapan Dirjen Aptika Kominfo selaku keynote speaker seminar ini menjelaskan, tema yang di usung cukup memgena yaitu Membangun Anak Bangsa Yang Cerdas, Berkualitan dan Berprestasi, seiring dengan kemajuan teknologi informasi di era digital.

"Kalau dulu zaman saya kuliah  di Amerika bisa bilang jangan ada campur tangan pemerintah soal dunia komunikasi ini, sekarang justru terbalik untuk konten negatif, pornografi penanggulangannya harus melibatkan pemerintah sebagai regulator, sedangkan orang tua dan masyarakat adalah pengguna, harus juga ikut mencegah penggunaan situs yang  merusak moral bangsa," ujarnya kepada rri.co.id usai meresmikan pembukaan Bazar UKM didampingi Bakri Maulana dari LPER.

Pada kesempatan yang sama pembicara yang  khusus  datang dari Amerika John Harmer mengatakan betapa menyedihkan era digital ini. "Bagaimana antar keluarga sudah tidak akrab, sehingga penggunaan internet sulit dikendalikan dan efek nya anak- anak mudah terjerat pornografi, dan ini Pemerintah harus ikut campur mengawasi sesuai peraturan yang berlaku, ujar mantan Wakil Gubernur California ini.

Pemateri lainya Teguh Arifiyadi dari Kominfo mengatakan pengguna gadget tahun 2014 sebesar 88,1 juta orang, tahun 2017 melonjak menjadi 143,26 juta melonjak 62, 61 persen selama 3 tahun.

"Maka bisa dibayangkan sulitnya menutup situs-situs konten negatif, mereka juga sudah menyiapkan cara bagaimana transaksi seksual menggunakan layanan online dengan mudah melalui hp atau gadget tadi. Pemerintah dalam hal ini Kominfo tidak tutup mata dan akan terus melakukan pemantauan dan pemblokiran akun-akun yang terbukti memuat konten-konten yang tidak mendidik dan menjerumuskan khususnya anak-anak dibawah umur bisa melakukan seks bebas yang sangat berbahaya efeknya," terangnya.

Sedangkan Alvin Lie dari Ombudsman memberikan masukan kepada Kominfo agar konsisten menegakkan peraturan antara lain registrasi kepemilikan alat komunikasi 1 orang harus dibatasi pada jumlah kepantasannya.

"Jangan seperti sekarang 1 orang bisa beli alat  komunikasi sampai ratusan," ungkapnya.

Menurutnya sudah tidak benar dan hanya menyandarkan pada urusan profit atau kepentingan bisnis semata.

" maka pantaslah kominfo mengalami kesulitan menutup situs porno dll karena pertumbuhan pemakainya sangat cepat dan bebas," pungkasnya.

Pembicara lain  Brent D. Ward JD Ahli penegak hukum untuk Drug, Traficking & Pornografi dari USA dan dr. Pukovisa Prawirohardjo ahli Syaraf peneliti gangguan otak akibat pornografi, mengungkapkan keprihatinan yang sama dengan pembicara yang lain.

Acara Seminar ini dihadiri berbagai komunitas perempuan peduli pencegahan pornografi ujar Francisca Sestri, Sekjen LPER didampingi
Ketua Bidang Hukum & Legal Nenden Esty Nurhayati. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00