• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Investasi Bodong Rambah Teknologi Digital

14 September
22:16 2018
1 Votes (4)

KBRN, Jakarta : Satuan Tugas-Satgas Waspada Investasi kembali menghimbau masyarakat berhati-hati terhadap penawaran produk atau kegiatan usaha entitas yang tidak memiliki izin usaha pemasaran produk dan penawaran investasi.Apalagi jika entitas tersebut menjanjikan imbalan atau keuntungan yang dijanjikan tidak masuk akal.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing saat memaparkan materinya tentang Satgas Waspada Investasi pada pelatihan jurnalis se-Kalimantan, di Jakarta, Jumat (14/9/2018) memberika tips 2L, yaitu legal dan logis apakah entitas berizin dan penawarannya masuk akal. 

Dalam hal ini, kata dia, peran serta masyarakat sangat diperlukan, terutama untuk tidak menjadi peserta kegiatan entitas tersebut dan segera melaporkan apabila terdapat penawaran investasi yang tidak masuk akal. Penanganan yang dilakukan oleh Satgas Waspada Investasi ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat yang telah menyampaikan laporan atau pengaduan.

“Kegiatan di Kalimantan itu banyak juga pengaduan dari masyarkat, bukan korban, tetapi ada beberap kegiatan Multylevel Marketing, kegiatan-kegiatan yang idlakukan menawarkan produk-produk, tetapi kita sangat mengharapkan korban-korban ini memang tidak lapor masalahnya. Jadi kita mendorong kalau ada korban supaya lapor  ke OJK atau ke penegak hokum, kita minta bnatuan masyarakat supaya ada efek jera tentunya dari para pelaku ini, sehingga tidak mengulangi perbuatannya lagi, oleh karena itu kita dorong masyarakat untuk melapor”, paparnya.

Selain penipuan secara langsung, kini juga berkembang investasi bodong via digital. Tobing menjelaskan, Satgas Waspada Investasi kembali menemukan 182 entitas yang melakukan kegiatan usaha peer to peer lending namun tidak terdaftar atau memiliki izin usaha dari OJK.

Berdasarkan pemeriksaan pada website dan aplikasi pada Google Playstore, Satgas Waspada Investasi kembali menemukan 182 entitas yang melakukan kegiatan Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (Fintech Peer-To-Peer Lending) tanpa izin OJK sesuai POJK 77/POJK.01/2016 yang berpotensi merugikan masyarakat.

Dengan temuan ini, jumlah peer to peer lending tidak berijin yang ditemukan Satgas Waspada Investasi menjadi 407 entitas, setelah pada temuan sebelumnya Satgas menemukan 227 entitas peer to peer lending yang beroperasi tanpa izin OJK.

Pihaknya, terus mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan dananya dan jangan sampai tergiur dengan janji-janji keuntungan yang menggiurkan tanpa melihat risikonya.

“Satgas Waspada Investasi secara berkesinambungan melakukan tindakan preventif berupa sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat terhindar dari kerugian investasi illegal yang kini masih marak”, pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00