• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Rupiah Merosot, Barang Impor Naik, Karet dan Lada Stagnan

14 September
19:31 2018
0 Votes (0)

KBRN,  Sintang: Merosotnya nilai tukar rupiah terhadap  dolar Amerika Serikat (AS)  memicu lonjakan harga produk impor, seperti kedelai yang menjadi bahan baku tahu dan tempe.

Arifin, salah satu perajin tahu di baning kota Kecamatan Sintang, kabupaten Sintang, kalimantan barat ,mengatakan harga kedelai naik dari biasanya, kondisi ini jelas mempengaruhi pendapatanya sebagai perajin tahu.

“ Sekarang ini kondisinya prihatin mau menaikan harga susah, karena kenaikan kedelai tidak terlalu tinggi tapi cukup mempengaruhi pendapatanya, ” ucapnya, jumat (15/09/2018).

Harga perkilogram kedelai yang  dibeli sebelum kenaikan  nilai tukar dolar, kata arifin sudah mengalami kenaikan tiga ratus rupiah, dari Rp7.900 naik menjadi Rp8.200 perkilogramnya.

Ia mengakui kalau terjadi kenaikan cukup tinggi dipastikan akan menaikan harga tahu. Arifin juga tidak dapat memastikan apakah kenaikan kedelai akan terus terjadi mengingat kedelai merupakan komoditi impor dari amerika.

Setiap sepuluh hari sekali, Arifin membeli kedelai 30 karung dari toko kedelai di kota Sintang dengan rata- rata produksi 3 karung per hari.

Kenaikan nilai tukar dollar terhadap rupiah kali ini juga membuat masyarakat Sintang heran, Hendri salah seorang petani di perbatasan mengatakan  biasanya kenaikan dollar menguntungkan petani  kerena akan membuat kenaikan komoditi pertanian masyarakat seperti Karet dan Lada namun kali ini justru sebaliknya.

“Karet dan lada malah turun, kami juga heran, dulu waktu dollar naik kami senang karena lada dapat kami jual seratus ribu rupiah  perkilogram, karet 20 ribu rupiah perkilogramnya tapi sekarang justru karet hanya 7 ribu dan lada 20 ribu,” keluh Hendri.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terbaru

00:00:00 / 00:00:00