• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

Ada 158 Ribu Potensi Kegandaan, KPU Sumut Sinkronisasi Data Pemilih Pemilu 2019

14 September
18:45 2018
0 Votes (0)

KBRN, Medan : KPU Sumatera Utara menggelar rapat pleno rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) tingkat provinsi untuk mensinkronkan data pemilih pada Pemilu 2019. Sebab terdapat 158 ribu potensi kegandaan data pemilih di Sumatera Utara. 

Komisioner KPU Sumut Divisi Data dan Perencanaan Nazir Salim Manik mengatakan, rapat pleno tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan KPU RI, Bawaslu RI dan partai politik peserta Pemilu 2019 saat rekapitukasi nasional 5 September lalu.

“Bawaslu RI waktu itu memberikan catatan terhadap beberapa temuan potensi kegandaan, sehingga diambil kesimpulan, diberi waktu 10 hari untuk melakukan pencermatan. Di Sumut sekitar 158 ribuan yang sumber datanya dari partai politik,” kata Nazir Salim Manik di sela-sela acara Rapat Pleno Rekapitulasi DPTHP Tingkat Provinsi Pada Pemilu 2019, di Kantor Gubernur Sumut, Jumat (14/9/2018).

Nazir menyebutkan, 7 kabupaten kota yang terdapat potensi kegandaan berdasarkan data parpol yakni Kabupaten Asahan, Pakpak Bharat, Serdagang Bedagai, Padang Lawas Utara (Paluta), Labuhanbatu Utara (Labura), Nias Utara dan Kota Medan. 

Nazir Manik mengungkapkan, dari pencermatan yang dilakukan KPU provinsi bersama KPU kabupaten/kota dan Bawaslu kabupaten kota, ditemukan ada beberapa potensi kegandaan di sejumlah kabupaten kota, meskipun angkanya tidak sesuai dengan data yang diberikan Parpol.

“Misalnya di Pakpak Bharat, itu data yang diberikan ke kita ada 92. Tetapi setelah kita lakukan pencermatan, yang benar-benar ganda kami temukan cuma 1. Kalau (data) dari Bawaslu rata-rata ribuan di kabupaten kota. Makanya memang harus benar-benar dilakukan pencermatan,” kata Nazir.

Nazir menambahkan, selain potensi kegandaan, pihaknya juga menemukan adanya perubahan data pemilih dan pemilih baru di sejumlah TPS.

“Ada masukan dari masyarakat, pasca penetapan DPT kemarin ada yang meninggal dunia, maka dicoretlah dari DPT. Kemudian ada juga pemilih baru. Misalnya baru terbit KTP-nya atau beralih status,” ungkapnya.

Oleh karena itu, kata Nazir, untuk mengetahui berapa jumlah DPTHP Sumut untuk Pemilu 2019 masih menunggu hasil rekapitulasi DPTHP tingkat provinsi.

“Kita tunggulah hasil DPTHP ini, apakan berkurang atau bertambah,” ujarnya.

Sebelumnya Ketua KPU Sumut Mulia Banurea saat membuka rapat pleno menyebutkan, sinkronisasi tersebut untuk meningkatkan  kualitas data pemilih pada Pemilu 2019. Sebab, data pemilih kerap menjadi persoalan pada setiap penyelenggaraan Pemilu.

Acara rekapitulasi DPTHP tingkat provinsi tersebut dihadiri 33 KPU dan Bawaslu se-Sumut dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sumut. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00