• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

DPRD Pamekasan Minta Eksekutif Tambah Mobil Damkar

14 September
18:27 2018
0 Votes (0)

KBRN, Pamekasan : Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Ismail meminta pihak eksekutif menambah anggaran untuk pengadaan mobil pemadam kebakaran, mengingat akhir-akhir ini sering terjadi kebakaran di daerahnya.

Menurut Ismail, tidak hanya mengenai penambahan mobil damkar, tetapi kalau memang memungkinkan pihaknya akan mengusulkan ada dinas khusus di Pamekasan untuk menangani kebakaran.

“Perhatian kita sebenarnya bukan hanya bagaimana menambah armada pemadam kebakaran, tetapi antisipasinya sepeti apa, kemudian juga harus ada sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat dampak-dampak kebakaran bagaimana, artinya masyarakat itu diedukasi, nanti kalau misalnya di nomeklaturnya memungkinkan kita akan coba ingin mengusulkan juga ada dinas khusus karena seringnya terjadi kebakaran, sementara sampai hari ini, pemadam kebakaran itu masih nempel di Satpol PP, padahal kemarin kami sudah minta bagaiman itu di BPBD,” ucapnya, Jumat (14/9/2018).

Sementara, Supervisor Pusdalops PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Budi Cahyono mengakui, dengan 2 mobil damkar dan 1 tangki penyuplai yang ada saat ini memang masih kurang mengingat akhir-akhir ini jumlah kebakaran cukup banyak. 

Bahkan menurutnya, tidak hanya mobil damkar yang minim, tetapi jumlah petugas pemadam kebakaran juga masih kurang, dimana saat ini hanya ada 15 petugas. 

“Kita koordinasi dengan petugas damkar sudah baik, cuma terkadang dengan frekuensi kebakaran yang saat ini cukup banyak di Pamekasan, kadang kita belum selesai ngisi air untuk damkar itu sudah ada laporan lagi, nah itu yang perlu dipertimbangkan juga armada dan perosnilnya, lalu juga kalau memungkinkan ada tempat penampungan air yang bisa kita ambil kapan saja,” ujarnya. 

Budi menambahkan, BPBD mencatat dari Januari sampai September 2018 telah terjadi 87 kebakaran di Pamekasan, paling banyak kebakaran terjadi pada lahan bambu dan tebu.   

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00