• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Masyarakat Korban Investasi Bodong Didorong Melapor

14 September
18:05 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Tawaran investasi ilegal semakin jamak di tengah masyarakat. Terlebih di era saat ini, investasi ilegal yang ditawarkan berbasis Teknologi Informasi. 
Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing, mengatakan untuk menimbulkan efek jera terhadap pelaku investasi bodong masyarakat yang menjadi korban diharapkan untuk melapor. 
 "Korban-korban ini memang biasanya nggak lapor masalahnya. Jadi kita mendorong kalau memang ada korban supaya lapor ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan) atau penegak hukum. Karena apa? Ini yang kita minta masyarakat supaya ada efek jera untuk para pelaku ini supaya tidak mengulangi perbuatannya," tegasnya. 
Tongam mengatakan kerugian akibat investasi ilegal yang terlapor selama tahun 2007-2017 sebanyak 105 Triliyun rupiah lebih se- Indonesia. 
Menurut Tongam masih rendahnya literasi keuangan menyebabkan banyaknya masyarakat yang menjadi korban investasi ilegal. Selain itu, lanjutnya, pemahaman tentang penggunaan smart phone berbasis android juga penting untuk ditingkatkan. 
Kepada awak media regional Kalimantan, Tongam mengajak untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang investasi ilegal. 
Wartawan peserta pelatihan dan gathering media massa Kalimantan mendapat sesi Stop Investasi Ilegal dari Ketua Satgas Waspada Investasi pada Jum'at (14/09/2018) sore. 
Ia mengatakan untuk mengenali investasi ilegal masyarakat dihimbau untuk mencermati apakah tawaran investasi memenuhi 2 L yakni Logis dan Legal. Tawaran investasi yang menawarkan keuntungan yang tidak masuk akal dan tidak jelas perijinannya patut dicurigai sebagai investasi ilegal. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00