• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan Hidup

Walhi Tidak Temukan Amdal PMA di Aceh

14 September
17:35 2018
0 Votes (0)

KBRN Meulaboh: Aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) tidak menemukan adanya dokumen Amdal yang dikeluarkan oleh pemerintah terhadap izin produksi PT Emas Mineral Murni (EMM) di Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Tengah.

"Patut diduga ada kejanggalan atau unprosedur proses perizinan yang dilakukan PT EMM di Aceh, perusahaan itu terkesan tidak terbuka dengan Pemerintah Aceh," kata Direktur Eksekutif Walhi Aceh, Muhammad Nur, dalam pers rilis diterima RRI, Jum'at (14/9/2018).

Dia berkata, Walhi Aceh telah melakukan akses informasi terkait dokumen Amdal PT EMM pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh dan Dinas ESDM Aceh.

Permohonan informasi yang saiam juga ditujukan kepada Kementrian EDSM, Kementrian LHK serta Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), juga tidak ada bukti dokumen yang bisa diberikan kepada pihaknya. 

"DPMPTSP Aceh secara lisan telah melakukan konfirmasi bahwa dokumen perizinan dan amdal EMM tidak tersedia. Karena perusahaan tersebut merupakan penanaman modal asing (PMA) semua proses perizinan berada dipemerintah pusat," jelasnya.

Meskipun perusahaan itu PMA, akan tetapi lokasi usaha mereka berada di Aceh, tepatnya di Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Tengah dengan luas area 10.000 hektare untuk pertambangan emas, termasuk menggarap Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).

Muhammad Nur, menegaskan, dengan tidak memiliki amdal, maka patut dipertanyakan sejauh mana peran DLHK dalam mengawal kawasan hutan dalam konteks kekhususan Aceh sebagaimana amanah Undang - Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).

"Walhi Aceh mendesak Pemerintah Aceh untuk menyurati Kementerian ESDM meminta melakukan evaluasi kembali Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi PT EMM. Masyarakat juga sudah menyatakan menolak," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00