• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Perludem: Iklan Jokowi Lebih Baik Jangan Tayang di Bioskop

14 September
17:00 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Penayangan iklan hasil kinerja pemerintahan Presiden Jokowi di sejumlah Bioskop menjadi kontroversial. Direktur Ekskutif Perkumpulan Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini angkat bicara mengenai hal ini

Menurutnya pemerintah harus aktif untuk melaporkan setiap program yang telah dilakukan dan juga melakukan evaluasi. Hal itu dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui dan memahami agenda kerja dari pemerintah.

"Tetapi jika bicara kerja pemerintah kan ada banyak elemen, ada kementerian, lembaga, pemerintah daerah dan lain sebagainya yang punya kontribusi bekerja untuk pemerintah," jelasnya dalam wawancara bersama Pro 3 RRI, Jumat (14/9/2018).

Menurutnya mengapa isu tersebut akhirnya menjadi kontroversi karena Jokowi saat ini dikenal nukan hanya sebagai seorang Presiden RI. Jokowi saat ini juga dikenal sebagai Bakal Calon Presiden yang akan maju di Pemilu 2019.

"Pemilu segala hal dikaitkan dengan proses pemilu itu sendiri, seperti definini kampanye," tuturnya.

Ia menyarankan akan lebih bijak jika iklan mengenai kinerja atau capaian pemerintah dilakukan di media sosial, laporan buku tahunan, pertanggung jawaban kepada lembaga permasyarakatan dan perwakilan DPR dan DPRD, dan media humas dari kementerian.

Sebelumnya, tayangan iklan kinerja pemerintahan Joko Widodo yang diputar semenjak pekan lalu di jaringan bioskop di seluruh Indonesia, telah menjadi kontroversi dari berbagai kalangan.

Iklan yang dibuat oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika ini dituding sebagai kampanye terselubung untuk kepentingan Joko Widodo dalam pemilihan presiden tahun depan. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00