• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Ribuan Mahasiswa Kaltim Duduki Kursi Dewan, Akibat Naiknya Kurs Dollar

14 September
16:45 2018
0 Votes (0)

KBRN, Samarinda : Ratusan mahasiswa Samarinda yang tergabung dalam Aliansi Garda Kaltim mendesak masuk ke ruangan rapat utama DPRD Provinsi Kaltim, Jum’at (14/09/2018). Padahal sebelumnya ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Samarinda ini menggelar aksi di depan Kantor DPRD, namun saat mengetahui anggota Dewan tidak ada di tempat, sehingga  mahasiswa memutuskan untuk masuk ke halaman DPRD dan memasuki ruangan rapat Paripurna.

Aksi yang berlangsung sekitar Pukul 10:00 Wita itu membawa beberapa tuntutan, seperti mendesak pemerintah untuk menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar, menguatkan nilai ekspor dan menurunkan nilai impor serta menagih janji pemerintah atas cita-cita yang dulu ingin memberikan kemandirian kepada perekonomian bangsa.

Koordinator Aksi tersebut Yusuf Aldino mengaku sangat kecewa yang telah dilakukan pihak DPRD kepada timnya, padahal menurutnya seluruh Anggota Dewan yang menduduki kursi nyaman itu diraih dengan menggunakan suara rakyat.

“Kami kecewa hari ini, ketika rakyat mengeluarkan aspirasi mereka tidak ada di tempat. Sehingga kami sepakat menduduki kursi paripurna ini dan kami rencananya hari Senin akan rapat lagi bersama dewan”kata Yusuf.

Dalam aksi ini juga sejumlah mahasiswa dalam ruangan rapat Paripurna, terus meneriakkan sejumlah tuntutan dan meneriakkan bahwa pemerintahan Jokowi-JK telah gagal dalam menciptakan kemandirian ekonomi. Selain itu dalam orasinya mahasiswa juga mengatakan Jokowi telah berbohong atas janji yang tertera di Nawa Citanya.

Dikonfirmasi secara terpisah Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim Muhammad Nur menyebutkan dalam kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah ini seharusnya dimanfaatkan sejumlah masyarakat termasuk mahasiswa untuk memperbanyak importir barang ke luar negeri, bukan melakukan demo yang hingga menduduki kursi rapat yang terjadi di kantor DPRD Kaltim.

“Ya seharusnya kita harus perbanyak Ekspor kita, pokoknya ekspor ekspor ekspor. Karna begitu kita ekspor berarti dolar kita masuk dan suplai dolar kita makin banyak”tegas Nur.

Nur menjelaskan, kenaikan ini juga tidak hanya dirasakan di Indonesia tetapi juga di beberapa negara lainnya, diantaranya Turki, Brazil dan India. Bahkan, dampak depresiasi rupiah ini lebih rendah dibanding Negara lain.

Sementara kondisi internal perekenomian Indonesia secara makro justru sangat kondusif. Bahkan, current account defisit Indonesia masih 1,7% jauh lebih rendah ditetapkan Undang-Undang diperbolehkan sampai 7%.

Sehingga, eksportir beberapa barang ke luar negeri sangat diuntungkan dengan harga kurs Dollar yang mencapai Rp 15.000 dan kondisi ini tidak mempengaruhi ekonomi secara mikro di Kaltim.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00