• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Musim Kemarau Warga Perbatasan Sulit Peroleh Air Bersih

14 September
12:27 2018
0 Votes (0)

KBRN, Atambua : Memasuki musim kemarau panjang warga Desa di wilayah Atambua Kabupaten Belu mulai merasakan sulitnya memperoleh air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan hidup setiap hari warga di sejumlah desa perbatasan RI-Timor Leste, harus berjuang hidup dengan menimba air di lokasi sungai.

Menggunakan alat timba seadanya jerigen, tidak saja orang dewasa, anak-anak sebelum berangkat sekolah harus dulu menimba air ke lokasi sungai sejak subuh, begitupun siang hingga sore hari, sepulang sekolah hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup. 

Dampak kekeringan sulitnya memperoleh air bersih seperti dikeluhkan Alvino Moreira warga Atambua kelahiran Timor Leste belasan tahun sudah menetap di Desa Umaklaran Kecamatan Tasifeto Timur, cukup merasakan kondisi hidup yang dijalani saat ini.

Menurutnya Pemerintah Daerah sebenarnya telah membangun bak penampung sepanjang lokasi pemukiman warga tahun 2016 lalu, namun bak penampung tersebut hanya berfungsi setahun setelah diresmikan. Saat ini   hanya tetesan air yang bisa diperoleh dari pipa bak penampung tersebut sehingga hanya bisa pasrah berusaha seadanya.

"Kami timba air di kali untuk kebutuhan setiap hari kalau terpaksa beli tangky Rp70.000. Bak ini dibangun tahun 2016, awal-awal air keluar banyak sekarang hanya tetes saja, susah sekali," Keluh Alvin di lokasi desa, Jumat (14/9/2018).

Terdapat 1 sumber air Embung Sirani dibangun Pemerintah Propinsi 2004 lalu, di lokasi Desa namun sumber air irigasi oleh masyarakat hanya sebatas memanfaatkan untuk areal pertanian lahan basah persawahan. 

Ia berharap terdapat uluran tangan Pemerintah melalui intervensi program yang bisa membantu kesulitan warga perbatasan Atambua, yang sudah sekian tahun masih bergelut dengan persoalan air bersih.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00