• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Polisi dan Dinkes masih Selidiki Kasus Keracunan Massal di Marauke

13 September
19:07 2018
2 Votes (5)

KBRN, Marauke : Polres Merauke dan Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke melakukan penyelidikan dan pengumpulan sampel makanan yang diduga sebagai penyebab terjadinya kasus keracunan makanan yang terjadi di Merauke, pada Senin (10/9/2018).

Kapolres Merauke AKBP Bahara Marpaung saat dihubungi Pro 3 RRI Kamis(13/9/2018) menjelaskan petugas kepolisian mendatangi tempat usaha Catering di Jalan Gak Merauke dan diperoleh keterangan dari pemilik usaha Catering berinisial R (59). 'Seperti diketahui sebelumnya bahwa mereka memasak makanan pada Hari Minggu (9/9/2018). dari jam 15. 00 WIT," ungkap AKBP Bahara kepada RRI.

Menu yang dimasak adalah sate rusa, kangkung dengan bunga pepaya dan sop. Proses memasak makanan juga seperti biasanya dan tidak menemukan adanya kelainan pada bahan makanan. Selanjutnya, Jam 17.30 WIT makanan diambil oleh pihak keluarga yang punya hajatan untuk dibawa ke gedung.

Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke juga mendatangi tempat usaha catering dan mengamankan sampel saos sambal kacang, sate rusa, jamur kuping, mie dan kemasan saos sebagai bahan pemeriksaan di Laboratorium Balai Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) Jayapura.

Diberitakan sebelumnya, Senin (10/9/2018) di Instalasi Gawat Darurat RSUD Merauke sempat dirawat pasien keracunan makanan sebayak 19 orang diantaranya 7 orang anak - anak dan 12 orang dewasa. Mereka sebelumnya makan makanan di acara pesta nikah pada hari Minggu 9 September 2018 jam 20.30 WIT.  Di Gedung Serba Guna Vertenten Say Jalan Raya Mandala Merauke. Pasien keracunan masuk pada jam 3 subuh dan jam 6 pagi. Mereka mengalami keluhan pusing, mual dan diare.

Bahara menjelaskan, sejauh ini dari hasil pemeriksaan sementara makanan tersebut disajikan saat acara pesta. "Hasil lab akan segara di publis dalam waktu dekat karna masih menunggu hasil tes dari Jayapura," tutupnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00